* Kandungan Gizi Keduanya Relatif Sama
KOMPAS, MINGGU, 29 MARET 1992
SEBAGIAN orang percaya, telur ayam kampung lebih "berkhasiat" dibandingkan telur ayam negeri. Penggemar minum jamu atau ibu-ibu yang memiliki bayi lebih suka menggunakan telur ayam kampung, meskipun harganya dua kali lipat telur ayam negeri.
Benarkah telur ayam kampung memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan telur ayam negeri? Kompas bekerja sama dengan Ir Evy Damayanthi, MS dan Ir Faisal Anwar, MS, Jurusan Gizi Masyarakat Sumberdaya Keluarga (GMSK) IPB, meneliti dan membandingkan kandungan protein dan lemak ayam kampung dan ayam negeri di Laboratorium GMSK IPB. Tulisan berikut disusun berdasarkan laporan kedua perteliti di atas.
Secara umum, telur memang merupakan salah satu sumber pangan yang bernilai gizi tinggi karena fungsi telur sebenarnya adalah mempersiapkan makanan bagi calon mahluk hidup (ayam) selama jangka waktu tertentu. Kandungan zat gizi telur adalah protein, lemak, air, vitamin,dan mineral, yang terSebar pada putih dan kuning telur. Kuning telur mengandung zat gizi yang lebih lengkap dan tinggi dibandingkan putih telur.
Berdasarkan penelitian ini terhadap telur ayam kampung dan studi literatur, ditemukan memang kandungan protein ayam kampung lebih besar dibandingkan ayam negeri berdasarkan berat basah. Artinya bila penggunaan telur sama, sama dalam keadaan belum diolah yaitu sama-sama masih dalam bentuk segar, kandungan protein pada bagian putih maupun kuning dan lemak pada kuning telur ayam kampung memang lebih tinggi untuk bobot telur yang sama.
Tetapi bila dibandingkan berdasarkan bobot kering, yaitu kedua jenis telur sama-sama dalam keadaan kering, kadar protein dan lemak pada bagian kuning dan putih serta lemak pada kuning telur ayam negeri lebih tinggi dibandingkan ayam kampung.
Hal ini disebabkan telur ayam negeri, khususnya pada bagian putih telur, mempunyai kadar air lebih tinggi dibandingkan telur ayam kampung. Menurut Dr Ir Ibnu Katsir Amarullah, staf pengajar Jurusan 11mu Nutrisi Makanan Ternak, Fapet IPB, protein dan lemak telur ayam kampung lebih tinggi karena memang diperlukan untuk meneruskan keturunan di lingkungan alam bebas.
Kalau ada anggapan bahwa telur ayam kampung gizinya lebih baik justru karena ayam kampung dibiarkan bebas mencari makan, Amarullah yang ahli nutrisi unggas mengatakan, memang jenis pakan yang dikonsumsi ada pengaruhnya, tetapi tidak langsung pada kandungan gizi melainkan pada berat/ringan bobot telur itu. Sedangkan kandungan gizi telur lebih dipengaruhi oleh faktor genetik (sifat yang dibawa induk ayam).
Memang kandungan gizi telur ayam bisa diatur melalui pakan yang diberikan, tetapi ini memerlukan perlakuan sangat khusus dan akan membuat harga telur menjadi sangat mahal.
Bermutu tinggi
Keunggulan protein telur ayam adalah mutunya yang tinggi. Laporan Departemen Kesehatan dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor (1990) melaporkan, telur ayam negeri maupun kampung, mutu proteinnya sangat baik karena terdiri atas asam-asam amino esensial yang lengkap dan dalam jumlah sama atau di atas Pola Asam Amino Esensial yang dianjurkan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Pola Asam Amino Esensial adalah susunan asam amino esensial, yaitu asam-asam amino (penyusun protein) yang mutlak diperlukan tubuh, yang harus ada dalam makanan yang dikonsumsi manusia.
Bila salah jenis satu asam amino tersebut jumlahnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan minimal, maka ketersediaan asam-asam amino lainnya untuk tubuh, akan ikut menurun, meskipun bahan pangan itu mengandung asamasam amino lain yang lebih tinggi dari kebutuhan minimal tadi.
Itu sebabnya konsumsi pangan sehari-hari dianjurkan tidak berasal dari satu sumber pangan saja, tetapi merupakan kombinasi.
Setelah disimpan
Selama penyimpanan, komposisi gizi berubah, antara lain kadar airnya. Air akan berpindah dari putih ke kuning telur, dan terjadi penguapan air dari putih telur ke luar telur. Kandungan protein pada putih telur sedikit menurun setelah penyimpanan tiga minggu dalam suhu dingin, sebaliknya sedikit meningkat pada kuning telur.
Hasil analisis kimiawi di atas menunjukkan semua jenis telur memiliki nilai gizi yang relatif hampir sama, baik protein asam amino esensial, maupun lemaknya.
Perbedaan menyolok sebenarnya tampak pada berat yaitu telur ayam negeri rata-rata lebih berat dibandingkan telur ayam kampung. Perbandingan bobot kuning maupun putih kedua jenis telur juga berbeda. Perbandingan bobot kuning dan putih pada ayam negeri adalah 2:1, sedangkan pada ayam kampung 1:1.
Namun tidak tertutup kemungkinan melalui penelitian yang lebih canggih akan ditemukan suatu zat aktif tertentu yang belum terungkap hingga saat ini. (nmp)
Jumat, 30 April 2010
Rabu, 24 Februari 2010
Mengenal tumor otak
Oleh: dr Wijoto, Bagian Penyakit Saraf FK Unair/RSUD Dr Soetomo Surabaya
Harian Surya, 4 Agustus 1991
MARDI sehari-hari dikenal sebagai pemuda yang cerdas, pandai bergaul serta cukup berprestasi. Tetapi akhir-akhir ini, ia sering mengeluh sakit kepala dan kadang-kadang mual. Karena kesibukannya, keluhan itu kurang diperhatikan. Ia hanya mengandalkan obat-obatan yang dibelinya di warung obat.
Tapi, keluhan sakit kepala dirasakan semakin hebat bahkan sering disertai muntah yang hebat dan penglihatan menjadi agak kabur serta kadang menjadi dobel. Sewaktu Mardi sedang bekerja, mendadak mengalami kejang, kemudian oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Mardi dinyatakan menderita tumor otak.
Apa yang dialami Mardi, merupakan salah satu gambaran keluhan dan gejala yang dialami oleh penderita tumor otak. Banyak penderita dengan tumor otak yang keluhannya tidak sejelas Mardi.
Mendengar kata tumor, hampir setiap orang merasa ketakutan bahkan ada yang menganggap menuju jalan kematian. Tumor adalah suatu benjolan pada tubuh, akibat adanya pertumbuhan/penambahan jaringan tubuh tertentu, yang pada keadaan normal tidak ada. Pengertian tumor sering disamakan dengan kanker, padahal tidak selamanya benar. Dilihat dari segi keganasannya, tumor dibedakan atas dua golongan yakni:
- Tumor ganas (maligna), ialah tumor yang mempunyai sifat selain dapat merusak daerah sekitarnya, juga dapat memberikan anak sebar ke tempat yang jauh dari tumor induknya (metastate). Kanker termasuk golongan ini.
- Tumor jinak (benigna), golongan tumor yang tidak memberikan anak sebar ke tempat jauh tetapi akibat yang diderita oleh penderita adalah karena besarnya tumor sehingga menekan dan merusak daerah disekitarnya.
Tumor otak
Secara umum, tumor otak adalah semua tumor yang terdapat pada rongga tengkorak. Rongga tengkorak terbagi beberapa ruangan sebagai berikut:
- Terbagi menjadi dua bagian yaitu kanan dan kiri oleh selaput yang tebal yang memisahkan belahan otak sebelah kanan dan kiri.
- Terbagi menjadi tiga rongga/fossa yaitu depan, tengah, dan belakang. Antara rongga tengah dengan rongga belakang dibatasi selaput tebal yang berbentuk cincin yang kuat. Otak terbungkus selaput yang terdiri dari tiga lapis. Lapisan luar adalah yang paling tebal, dan sekat-sekat antara otak tersebut dibentuk oleh selaput ini. Rongga belakang berisi otak kecil dan batang otak.
Pembagian ini penting karena tumor yang terletak pada ruangan yang satu tidak sama gejalanya dengan pada ruangan lainnya, sehingga dengan melihat kelainan yang ada pada penderita, dapat diperkirakan letak tumornya. Juga sangat penting untuk keperluan tindakan pembedahan/operasi oleh dokter ahli bedah saraf.
Meningkat
Angka kejadian tumor otak ini dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Kasus tumor otak merupakan kasus ketiga terbanyak yang dirawat di bagian penyakit saraf dengan kelainan otak, setelah penderita gangguan pembuluh darah dan infeksi otak. Sedangkan antara laki dan perempuan tidak mempunyai perbedaan yang berarti.
Tanda maupun gejala klinis dari tumor otak tergantung dari letak tumornya, jenis tumornya, usia dan keadaan umum dari penderita. Hal ini berkaitan dengan struktur apa yang terkena penekanan langsung dari tumor tersebut yang dikenal dengan mass effect misalnya adanya pembengkakan di daerah di sekitar tumor.
Misalnya, tumor yang berada pada rongga belakang dan banyak saraf otak menyebabkan penderita tuli, sulit menelan, muka menceng dan lain-lain. Keadaannya lebih jelek karena sering menimbulkan penyumbatan aliran cairan otak yang dikenal dengan istilah hidrosefalus, yang bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian dari penderita.
Pada umumnya, penderita dengan tumor otak akan mengalami gejala seperti yang dialami Mardi yaitu:
• Sakit kepala
Sekitar 35-70 persen penderita dengan tumor otak menderita sakit kepala. Sakit kepala kadang sangat hebat tetapi kadang hanya ringan saja, tapi semakin lama semakin hebat sesuai dengan perkembangan tumornya. Hebatnya sakit kepala pada daerah tertentu di kepala seringkali dapat menggambarkan letak tumornya.
Nyeri kepala sering kali hebat waktu bangun tidur dan akan berkurang setelah melakukan kegiatan, demikian juga sakit kepala akan bertambah hebat bila penderita batuk atau mengejan.
Timbulnya sakit kepala ini karena adanya peregangan selaput otak dan atau tarikan dari pembuluh darah.
• Mual atau muntah
Kira-kira 50-75 persen dari pasien tumor otak mengalami mual atau muntah. Muntah biasanya keluar dengan keras dan tanpa rangsangan (muntah proyektil).
• Mumet atau vertigo
Tidak banyak penderita tumor otak yang menderita mumet, ini sering terjadi bila letak tumor pada rongga belakang. Penderita merasa sekitarnya berputar, sebagaimana yang dialami orang mabuk kendaraan.
• Gangguan penglihatan
Sering dikeluhkan penderita tumor dan keluhan dini yang sering menyebabkan penderita pergi ke dokter. Gangguan penglihatan dapat berupa:
- Penglihatan kabur karena adanya penekanan pada saraf penglihatan. Bila penekanan hebat dan dalam waktu lama, penderita akan menjadi buta.
- Penglihatan dobel karena adanya kelemahan pada otot yang menggerakkan bola mata, sehingga penderita menjadi juling.
• Kelemahan anggota badan
Terjadi bila tumor mengenai pusat atau jaras saraf untuk anggota gerak. Adanya kelemahan ini dapat menggambarkan letak tumornya. Misalnya lemah anggota badan sebelah kanan maka letak tumor berada pada otak sebelah kiri.
• Kejang
Kejang biasanya hanya setempat (kejang fokal) misalnya tangan atau kaki, tetapi bisa seluruh tubuh (kejang umum), atau diawali kejang setempat kemudian menjadi kejang seluruh tubuh. Sebagaimana kelemahan anggota gerak, tempat kejang juga dapat menggambarkan letak tumornya.
Gejala kejang ini diderita oleh sekitar 26 persen dari penderita dengan tumor otak. Meskipun demikian, dokter akan menduga seseorang menderita tumor otak, jika pada seorang dewasa yang sebelumnya tidak pernah kejang, kemudian sering mengalami kejang terutama kejang setempat.
• Mengantuk/apatis
Gejala ini merupakan gejala yang khas dari penderita tumor otak. Penderita nampak mengantuk, tidak bergairah, sulit konsentrasi, sering lupa, acuh tak acuh, bahkan kadang kebingungan. Apabila keadaan berat, kesadaran penderita dapat menurun sampai tidak sadar.
• Lain-lain
Tergantung letak tumornya, misalnya bila tumor terletak di daerah rongga depan, akan terjadi gangguan tingkah laku, penderita marah, ngomel, kadang tingkah laku asosial, sehingga karena kelainan ini sering penderita di rawat pada bagian jiwa.
Juga bila tumor tumbuh pada kelenjar hipofisis pada penderita yang masih dalam masa pertumbuhan, dapat mengakibatkan tumbuh raksasa yang dikenal dengan gigantisme (seperti Ny Mulia, Rubiatin dan Sumaidah).
Harian Surya, 4 Agustus 1991
MARDI sehari-hari dikenal sebagai pemuda yang cerdas, pandai bergaul serta cukup berprestasi. Tetapi akhir-akhir ini, ia sering mengeluh sakit kepala dan kadang-kadang mual. Karena kesibukannya, keluhan itu kurang diperhatikan. Ia hanya mengandalkan obat-obatan yang dibelinya di warung obat.
Tapi, keluhan sakit kepala dirasakan semakin hebat bahkan sering disertai muntah yang hebat dan penglihatan menjadi agak kabur serta kadang menjadi dobel. Sewaktu Mardi sedang bekerja, mendadak mengalami kejang, kemudian oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Mardi dinyatakan menderita tumor otak.
Apa yang dialami Mardi, merupakan salah satu gambaran keluhan dan gejala yang dialami oleh penderita tumor otak. Banyak penderita dengan tumor otak yang keluhannya tidak sejelas Mardi.
Mendengar kata tumor, hampir setiap orang merasa ketakutan bahkan ada yang menganggap menuju jalan kematian. Tumor adalah suatu benjolan pada tubuh, akibat adanya pertumbuhan/penambahan jaringan tubuh tertentu, yang pada keadaan normal tidak ada. Pengertian tumor sering disamakan dengan kanker, padahal tidak selamanya benar. Dilihat dari segi keganasannya, tumor dibedakan atas dua golongan yakni:
- Tumor ganas (maligna), ialah tumor yang mempunyai sifat selain dapat merusak daerah sekitarnya, juga dapat memberikan anak sebar ke tempat yang jauh dari tumor induknya (metastate). Kanker termasuk golongan ini.
- Tumor jinak (benigna), golongan tumor yang tidak memberikan anak sebar ke tempat jauh tetapi akibat yang diderita oleh penderita adalah karena besarnya tumor sehingga menekan dan merusak daerah disekitarnya.
Tumor otak
Secara umum, tumor otak adalah semua tumor yang terdapat pada rongga tengkorak. Rongga tengkorak terbagi beberapa ruangan sebagai berikut:
- Terbagi menjadi dua bagian yaitu kanan dan kiri oleh selaput yang tebal yang memisahkan belahan otak sebelah kanan dan kiri.
- Terbagi menjadi tiga rongga/fossa yaitu depan, tengah, dan belakang. Antara rongga tengah dengan rongga belakang dibatasi selaput tebal yang berbentuk cincin yang kuat. Otak terbungkus selaput yang terdiri dari tiga lapis. Lapisan luar adalah yang paling tebal, dan sekat-sekat antara otak tersebut dibentuk oleh selaput ini. Rongga belakang berisi otak kecil dan batang otak.
Pembagian ini penting karena tumor yang terletak pada ruangan yang satu tidak sama gejalanya dengan pada ruangan lainnya, sehingga dengan melihat kelainan yang ada pada penderita, dapat diperkirakan letak tumornya. Juga sangat penting untuk keperluan tindakan pembedahan/operasi oleh dokter ahli bedah saraf.
Meningkat
Angka kejadian tumor otak ini dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Kasus tumor otak merupakan kasus ketiga terbanyak yang dirawat di bagian penyakit saraf dengan kelainan otak, setelah penderita gangguan pembuluh darah dan infeksi otak. Sedangkan antara laki dan perempuan tidak mempunyai perbedaan yang berarti.
Tanda maupun gejala klinis dari tumor otak tergantung dari letak tumornya, jenis tumornya, usia dan keadaan umum dari penderita. Hal ini berkaitan dengan struktur apa yang terkena penekanan langsung dari tumor tersebut yang dikenal dengan mass effect misalnya adanya pembengkakan di daerah di sekitar tumor.
Misalnya, tumor yang berada pada rongga belakang dan banyak saraf otak menyebabkan penderita tuli, sulit menelan, muka menceng dan lain-lain. Keadaannya lebih jelek karena sering menimbulkan penyumbatan aliran cairan otak yang dikenal dengan istilah hidrosefalus, yang bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian dari penderita.
Pada umumnya, penderita dengan tumor otak akan mengalami gejala seperti yang dialami Mardi yaitu:
• Sakit kepala
Sekitar 35-70 persen penderita dengan tumor otak menderita sakit kepala. Sakit kepala kadang sangat hebat tetapi kadang hanya ringan saja, tapi semakin lama semakin hebat sesuai dengan perkembangan tumornya. Hebatnya sakit kepala pada daerah tertentu di kepala seringkali dapat menggambarkan letak tumornya.
Nyeri kepala sering kali hebat waktu bangun tidur dan akan berkurang setelah melakukan kegiatan, demikian juga sakit kepala akan bertambah hebat bila penderita batuk atau mengejan.
Timbulnya sakit kepala ini karena adanya peregangan selaput otak dan atau tarikan dari pembuluh darah.
• Mual atau muntah
Kira-kira 50-75 persen dari pasien tumor otak mengalami mual atau muntah. Muntah biasanya keluar dengan keras dan tanpa rangsangan (muntah proyektil).
• Mumet atau vertigo
Tidak banyak penderita tumor otak yang menderita mumet, ini sering terjadi bila letak tumor pada rongga belakang. Penderita merasa sekitarnya berputar, sebagaimana yang dialami orang mabuk kendaraan.
• Gangguan penglihatan
Sering dikeluhkan penderita tumor dan keluhan dini yang sering menyebabkan penderita pergi ke dokter. Gangguan penglihatan dapat berupa:
- Penglihatan kabur karena adanya penekanan pada saraf penglihatan. Bila penekanan hebat dan dalam waktu lama, penderita akan menjadi buta.
- Penglihatan dobel karena adanya kelemahan pada otot yang menggerakkan bola mata, sehingga penderita menjadi juling.
• Kelemahan anggota badan
Terjadi bila tumor mengenai pusat atau jaras saraf untuk anggota gerak. Adanya kelemahan ini dapat menggambarkan letak tumornya. Misalnya lemah anggota badan sebelah kanan maka letak tumor berada pada otak sebelah kiri.
• Kejang
Kejang biasanya hanya setempat (kejang fokal) misalnya tangan atau kaki, tetapi bisa seluruh tubuh (kejang umum), atau diawali kejang setempat kemudian menjadi kejang seluruh tubuh. Sebagaimana kelemahan anggota gerak, tempat kejang juga dapat menggambarkan letak tumornya.
Gejala kejang ini diderita oleh sekitar 26 persen dari penderita dengan tumor otak. Meskipun demikian, dokter akan menduga seseorang menderita tumor otak, jika pada seorang dewasa yang sebelumnya tidak pernah kejang, kemudian sering mengalami kejang terutama kejang setempat.
• Mengantuk/apatis
Gejala ini merupakan gejala yang khas dari penderita tumor otak. Penderita nampak mengantuk, tidak bergairah, sulit konsentrasi, sering lupa, acuh tak acuh, bahkan kadang kebingungan. Apabila keadaan berat, kesadaran penderita dapat menurun sampai tidak sadar.
• Lain-lain
Tergantung letak tumornya, misalnya bila tumor terletak di daerah rongga depan, akan terjadi gangguan tingkah laku, penderita marah, ngomel, kadang tingkah laku asosial, sehingga karena kelainan ini sering penderita di rawat pada bagian jiwa.
Juga bila tumor tumbuh pada kelenjar hipofisis pada penderita yang masih dalam masa pertumbuhan, dapat mengakibatkan tumbuh raksasa yang dikenal dengan gigantisme (seperti Ny Mulia, Rubiatin dan Sumaidah).
Label:
Kliping Koran
Terapi untuk Pencegah Uban
Oleh: M.Edwin Aldrianto, alumnus Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi
Harian PELITA, 3 Maret 1991
UBAN kerap diidentikkan dengan ketuaan, karenanya hampir tak ada orang yang mengharapkan kehadirannya. Bila mungkin, ingin rambut ini tetap hitam sampai tua.
Tapi apa boleh buat, toh ada sebagian dari kita yang harus 'menderita' ubanan, bahkan pada usia yang dini (muda).
Penyebab pasti uban sampai saat ini masih teka-teki, namun degradasi fungsional sel pembentuk pigmen rambut (melanosit) dalam membuat pigmen rambut (melanin). Karena penyebabnya yang belum jelas, maka sampai saat ini pun belum ditemukan cara yang jitu untuk mengatasinya selain hanya dengan cara menyemir rambut yang putih itu.
Memahami itu, agaknya yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tindakan pencegahan, di antaranya dengan pendekatan gizi.
Tembaga
Karena proses ubanan erat kaitannya dengan degradasi melanosit, maka timbul logika, dengan menjaga tetap berfungsinya sel itu secara baik maka proses ubanan bisa dicegah, setidaknya diperlambat. Bagaimana caranya?
Peneliti Denks dan Steven melaporkan bahwa demi terjadinya aktivitas tyrosin, tubuh membutuhkan masukan mineral tembaga (Cu) yang cukup. Tyrosin ini besar peranannya dalam mendukung kerja sel melanosit. Bila aktivitas tyrosin menurun maka menurun pula aktivitas melanosit.
Kedua peneliti tersebut juga mendapati bahwa ketidakcukupan elemen Cu dapat berakibat terjadinya depigmentasi rambut, yang salah satu tandanya adalah munculnya uban.
Makanan yang kaya Cu adalah hati, ginjal, tiram, kerang, kacang-kacangan dan polong-polongan kering. Disebut kaya karena mengandung Cu lebih dari 100 ug Cu per 100 kcal.
Kebutuhan normal Cu tergantung pada usia seseorang. Bayi kecil lebih besar memerlukan Cu yaitu 50 ug/kg BB/hari. Sedangkan anak besar (sekitar umur 5-15) membutuhkan 40 ug/kg/BB/hari dan 30 ug/kg/ BB/hari untuk orang dewasa. Karenanya untuk mengcegah ubanan, Anda dianjurkan untuk tidak berlebihan mengkonsumsi Cu, tetapi cukup dengan kebutuhan-kebutuhan normal ini saja.
Tetapi dalam mengkonsumsi Cu ini, kita perlu memperhatikan agar pada saat yang bersamaan menghindari makan yang mengandung seng (Zn) terlalu tinggi, mineral terakhir ini bisa berfungsi antagonis, yaitu bisa meningkatkan pengeluaran Cu lewat feses.
Beberapa cara untuk menekan berlebihnya asupan seng ini, yaitu dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan kaya fitat, serat dan karbohidrat kasar karena kesemuanya ini mampu menghambat absorpsi seng oleh tubuh
Vitamin B12
Kecuali kekurangan Cu, kenyataan lain menunjukkan bahwa penyakit anemia pernisiosa (salah satu jenis penyakit kurang darah) juga dapat mempercepat lahirnya uban.
Penyakit tersebut tidak lain disebabkan tubuh kekurangan masukan vitamin B-12 yang kronis. Penyakit ini sebenarnya mudah diatasi, sebagaimana disarankan oleh Minot dan Murphy (pemenang hadiah Nobel) dengan memakan hati dalam jumlah banyak. Selain hati, makanan sumber vitamin B-12 adalah daging dan produknya serta dalam jumlah sedikit pada susu dan produknya.
Perlu diketahui bahwa vitamin B-12 tidak pernah didapati pada tanaman, kecuali jika ada kontaminasi dengan mikroba (misalnya nodula yang terdapat pada jenis kacang-kacangan tertentu, mengandung sedikit vitamin B-12).
Untuk mendapatkan manfaat optimal vitamin B-12 ini, sebaiknya dihindari konsumsi vitamin C dosis tinggi yang menurut penelitian bisa memberi pengaruh berlawanan pada pemanfaatan vitamin B-12. Bahkan, pada pasien yang diberikan dosis lebih tinggi (1 gram setiap hari) akan menderita defisiensi vitamin itu.
Zat gizi lain
Zat gizi lain yang disarankan untuk mencegah kehadiran uban adalah protein. Sebaiknya jangan mengkonsumsi protein kurang dari 1-1,5 gram/kg BB/hari. Selain itu vitamin B-2, yodium dan minyak ikan, yang kesemuanya terbukti membantu memelihara kesehatan rambut.
Vitamin B-2 banyak ditemukan pada yoghurt, produk hewani dan sayur-sayuran berdaun hijau. Sedang yodium terdapat pada udang dan hasil laut lainnya, bawang bombay dan sayuran yang ditanam di tanah beryodium. Akan halnya minyak ikan atau minyak tumbuhan, ia berfungsi baik dalam membuat rambut terlihat kemilau dan lembut.
Harian PELITA, 3 Maret 1991
UBAN kerap diidentikkan dengan ketuaan, karenanya hampir tak ada orang yang mengharapkan kehadirannya. Bila mungkin, ingin rambut ini tetap hitam sampai tua.
Tapi apa boleh buat, toh ada sebagian dari kita yang harus 'menderita' ubanan, bahkan pada usia yang dini (muda).
Penyebab pasti uban sampai saat ini masih teka-teki, namun degradasi fungsional sel pembentuk pigmen rambut (melanosit) dalam membuat pigmen rambut (melanin). Karena penyebabnya yang belum jelas, maka sampai saat ini pun belum ditemukan cara yang jitu untuk mengatasinya selain hanya dengan cara menyemir rambut yang putih itu.
Memahami itu, agaknya yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tindakan pencegahan, di antaranya dengan pendekatan gizi.
Tembaga
Karena proses ubanan erat kaitannya dengan degradasi melanosit, maka timbul logika, dengan menjaga tetap berfungsinya sel itu secara baik maka proses ubanan bisa dicegah, setidaknya diperlambat. Bagaimana caranya?
Peneliti Denks dan Steven melaporkan bahwa demi terjadinya aktivitas tyrosin, tubuh membutuhkan masukan mineral tembaga (Cu) yang cukup. Tyrosin ini besar peranannya dalam mendukung kerja sel melanosit. Bila aktivitas tyrosin menurun maka menurun pula aktivitas melanosit.
Kedua peneliti tersebut juga mendapati bahwa ketidakcukupan elemen Cu dapat berakibat terjadinya depigmentasi rambut, yang salah satu tandanya adalah munculnya uban.
Makanan yang kaya Cu adalah hati, ginjal, tiram, kerang, kacang-kacangan dan polong-polongan kering. Disebut kaya karena mengandung Cu lebih dari 100 ug Cu per 100 kcal.
Kebutuhan normal Cu tergantung pada usia seseorang. Bayi kecil lebih besar memerlukan Cu yaitu 50 ug/kg BB/hari. Sedangkan anak besar (sekitar umur 5-15) membutuhkan 40 ug/kg/BB/hari dan 30 ug/kg/ BB/hari untuk orang dewasa. Karenanya untuk mengcegah ubanan, Anda dianjurkan untuk tidak berlebihan mengkonsumsi Cu, tetapi cukup dengan kebutuhan-kebutuhan normal ini saja.
Tetapi dalam mengkonsumsi Cu ini, kita perlu memperhatikan agar pada saat yang bersamaan menghindari makan yang mengandung seng (Zn) terlalu tinggi, mineral terakhir ini bisa berfungsi antagonis, yaitu bisa meningkatkan pengeluaran Cu lewat feses.
Beberapa cara untuk menekan berlebihnya asupan seng ini, yaitu dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan kaya fitat, serat dan karbohidrat kasar karena kesemuanya ini mampu menghambat absorpsi seng oleh tubuh
Vitamin B12
Kecuali kekurangan Cu, kenyataan lain menunjukkan bahwa penyakit anemia pernisiosa (salah satu jenis penyakit kurang darah) juga dapat mempercepat lahirnya uban.
Penyakit tersebut tidak lain disebabkan tubuh kekurangan masukan vitamin B-12 yang kronis. Penyakit ini sebenarnya mudah diatasi, sebagaimana disarankan oleh Minot dan Murphy (pemenang hadiah Nobel) dengan memakan hati dalam jumlah banyak. Selain hati, makanan sumber vitamin B-12 adalah daging dan produknya serta dalam jumlah sedikit pada susu dan produknya.
Perlu diketahui bahwa vitamin B-12 tidak pernah didapati pada tanaman, kecuali jika ada kontaminasi dengan mikroba (misalnya nodula yang terdapat pada jenis kacang-kacangan tertentu, mengandung sedikit vitamin B-12).
Untuk mendapatkan manfaat optimal vitamin B-12 ini, sebaiknya dihindari konsumsi vitamin C dosis tinggi yang menurut penelitian bisa memberi pengaruh berlawanan pada pemanfaatan vitamin B-12. Bahkan, pada pasien yang diberikan dosis lebih tinggi (1 gram setiap hari) akan menderita defisiensi vitamin itu.
Zat gizi lain
Zat gizi lain yang disarankan untuk mencegah kehadiran uban adalah protein. Sebaiknya jangan mengkonsumsi protein kurang dari 1-1,5 gram/kg BB/hari. Selain itu vitamin B-2, yodium dan minyak ikan, yang kesemuanya terbukti membantu memelihara kesehatan rambut.
Vitamin B-2 banyak ditemukan pada yoghurt, produk hewani dan sayur-sayuran berdaun hijau. Sedang yodium terdapat pada udang dan hasil laut lainnya, bawang bombay dan sayuran yang ditanam di tanah beryodium. Akan halnya minyak ikan atau minyak tumbuhan, ia berfungsi baik dalam membuat rambut terlihat kemilau dan lembut.
Label:
Kliping Koran
Mana Yang Baik Telur Mentah, Setengah Matang atau Rebus
Oleh: Dr. Deddy Muchtadi
Harian PELITA, 9 Desember 1990
TELUR merupakan sumber protein, lemak, mineral dan vitamin yang baik bagi tubuh. Namun masih banyak yang bertanya-tanya mana yang sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, setengah matang atau rebus dan bagaimana pengaruh pemasakan terhadap nilai gizinya.
Nilai gizi telur sangat lengkap, telur merupakan sumber protein yang baik, kadarnya sekitar 14%, sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Kandungan asam amino proteinnya sangat lengkap, sehingga protein telur (campuran putih dan kuning telur) seringkali dijadikan sebagai protein "referensi".
Bila kita anggap nilai biologis protein telur sama dengan 100, maka nilai biologis daging (sapi) hanya mencapai 84. Tetapi telur tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Kadar lipidanya terdiri dari trigliserida (lemak) dan fosfolipida (termasuk kolesterol). Kadar airnya menyamai kadar air daging, yaitu sekitar 73%.
Telur kaya akan fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Keadaan seperti ini sama seperti yang dijumpai pada daging. Selain itu, telur juga mengandung vitamin B kompleks, serta vitamin A dan D (dalam kuning telur). Telur sama sekali tidak mengandung vitamin C. Satu butir telur berukuran sedang akan memberikan energi sekitar 80 kilokalori.
Seringkali orang menganggap bahwa telur yang kulitnya berwarna (kecoklatan) lebih bergizi dibandingkan dengan yang kulitnya keputih-putihan. Sesungguhnya hal ini tidak benar sama sekali. Tidak ada hubungan antara warna kulit telur dengan nilai gizinya, artinya nilai gizi telur yang kulitnya berwarna kecoklatan atau keputih-putihan, sama saja. Demikian pula telur ayam kampung sama nilai gizinya dengan telur ayam ras, meskipun banyak orang yang lebih menyukai telur ayam kampung.
Hindari pencucian telur
Di dalam putih telur terdapat suatu zat protein yang dapat memberikan pengaruh-pengaruh negatif bagi tubuh, karena kemampuannya untuk mengikat biotin (suatu vitamin). Biotin akan terikat kuat oleh avidin sehingga tidak dapat diserap oleh usus dan akhirnya dikeluarkan bersama feses.
Keracunan oleh avidin memberikan gejala sebagai berikut: dermatitis, kebotakan dan kelainan syaraf. Dosis keracunan selain dipengaruhi oleh aktivitas avidin dalam telur (dipengaruhi oleh proses pengolahan/pemanasan) dan jumlah telur yang dikonsumsi, juga sangat dipengaruhi oleh kadar biotin dari makanan lain yang dikonsumsi, serta status biotin dalam darah. Sehingga tidak setiap orang yang mengkonsumsi telur akan menderita keracunan.
Avidin dapat dihancurkan aktivitasnya dengan cara pemanasan pada suhu 80 derajat Celsius selama 5 menit (pada suhu yang lebih tinggi diperlukan waktu pemanasan yang lebih singkat), kecuali untuk telur yang telah mengalami fermentasi (misalnya telur "1000 tahun" dari Cina) yang memerlukan waktu pemanasan 18 kali lebih lama. Karena itu avidin seringkali disebut juga sebagai "Chinese dried egg white injury factor".
Ovomukoid juga merupakan protein yang terdapat dalam putih telur (mentah), karena kemampuannya untuk menginaktifkan enzim pencernaan protein (yaitu tripsin). Daya cerna yang rendah menunjukkan makin banyak bagian makanan yang terbuang ke feses.
Tidak seperti halnya dengan avidin, ovomukoid merupakan protein yang relatif lebih stabil terhadap pemanasan. Sekitar 90% aktivitasnya dapat dihancurkan dengan pemanasan pada suhu 80 derajat Celsius selama 30 menit, dan seluruh aktivitasnya akan hilang dengan pemanasan pada suhu 90 derajat selama 15 menit.
Penelitian-penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa enzim tripsin manusia tidak dipengaruhi aktivitasnya oleh ovomukoid.
Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan (Salmonella Food poisoning), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedingin, demam dan diare.
Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadi adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandung dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).
Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 derajat Celsius atau 6,2 menit pada suhu 55,50 derajat Celsius untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 derajat Celsius untuk telur utuh (campuran putih dan kuning telur).
Mana yang baik
Meskipun telah dibuktikan bahwa ovomukoid tidak berpengaruh pada tripsin manusia, namun nampaknya proses pencernaan bayi dan anak kecil lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi sebaiknya telur mentah tidak diberikan pada bayi dan anak-anak, bahkan bagi anak yang berumur kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan telur rebus, bukan telur setengah matang.
Untuk menghindari terjadinya keracunan Salmonella, bila telur yang akan dikonsumsi dalam keadaan kotor, lebih baik tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah, walaupun telur itu ditujukan untuk orang dewasa.
Tetapi bila Salmonella tidak merupakan masalah (misalnya keadaan telur bersih), maka nilai gizi telur mentah, setengah matang maupun rebus, bagi orang dewasa, tidak berbeda.
Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam hal konsumsi telur bagi orang dewasa (terutama yang berumur 40 tahun atau lebih, atau yang mempunyai kecenderungan mengidap penyakit jantung koroner), adalah kandungan kolesterol yang terdapat dalam kuning telur.
Kadar kolesterol yang terdapat dalam kuning telur adalah sekitar 250 mg per butir (dalam daging sapi terdapat sekitar 75 mg per 3 ons, dalam hati sekitar 370 mg/3 ons, dan dalam otak sekitar 1700 mg/3 ons). Para ahli gizi menganjurkan agar orang dewasa hanya mengkonsumsi telur paling banyak 4 butir per minggu.
Proses penggorengan akan menurunkan nilai gizi protein telur, meskipun relatif tidak banyak. Telur mata sapi nilai gizi, proteinnya lebih rendah dari telur rebus, dan telur dadar lebih rendah lagi (apalagi yang ber warna kecoklatan). Dalam hubungan ini kita harus memilih apakah akan mengutamakan faktor rasa (telur yang digoreng kering lebih enak rasanya), atau faktor nilai gizi proteinnya.
*(Dr. Deddy Muchtadi, Staf pengajar Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB, Bogor)
Harian PELITA, 9 Desember 1990
TELUR merupakan sumber protein, lemak, mineral dan vitamin yang baik bagi tubuh. Namun masih banyak yang bertanya-tanya mana yang sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, setengah matang atau rebus dan bagaimana pengaruh pemasakan terhadap nilai gizinya.
Nilai gizi telur sangat lengkap, telur merupakan sumber protein yang baik, kadarnya sekitar 14%, sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Kandungan asam amino proteinnya sangat lengkap, sehingga protein telur (campuran putih dan kuning telur) seringkali dijadikan sebagai protein "referensi".
Bila kita anggap nilai biologis protein telur sama dengan 100, maka nilai biologis daging (sapi) hanya mencapai 84. Tetapi telur tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Kadar lipidanya terdiri dari trigliserida (lemak) dan fosfolipida (termasuk kolesterol). Kadar airnya menyamai kadar air daging, yaitu sekitar 73%.
Telur kaya akan fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Keadaan seperti ini sama seperti yang dijumpai pada daging. Selain itu, telur juga mengandung vitamin B kompleks, serta vitamin A dan D (dalam kuning telur). Telur sama sekali tidak mengandung vitamin C. Satu butir telur berukuran sedang akan memberikan energi sekitar 80 kilokalori.
Seringkali orang menganggap bahwa telur yang kulitnya berwarna (kecoklatan) lebih bergizi dibandingkan dengan yang kulitnya keputih-putihan. Sesungguhnya hal ini tidak benar sama sekali. Tidak ada hubungan antara warna kulit telur dengan nilai gizinya, artinya nilai gizi telur yang kulitnya berwarna kecoklatan atau keputih-putihan, sama saja. Demikian pula telur ayam kampung sama nilai gizinya dengan telur ayam ras, meskipun banyak orang yang lebih menyukai telur ayam kampung.
Hindari pencucian telur
Di dalam putih telur terdapat suatu zat protein yang dapat memberikan pengaruh-pengaruh negatif bagi tubuh, karena kemampuannya untuk mengikat biotin (suatu vitamin). Biotin akan terikat kuat oleh avidin sehingga tidak dapat diserap oleh usus dan akhirnya dikeluarkan bersama feses.
Keracunan oleh avidin memberikan gejala sebagai berikut: dermatitis, kebotakan dan kelainan syaraf. Dosis keracunan selain dipengaruhi oleh aktivitas avidin dalam telur (dipengaruhi oleh proses pengolahan/pemanasan) dan jumlah telur yang dikonsumsi, juga sangat dipengaruhi oleh kadar biotin dari makanan lain yang dikonsumsi, serta status biotin dalam darah. Sehingga tidak setiap orang yang mengkonsumsi telur akan menderita keracunan.
Avidin dapat dihancurkan aktivitasnya dengan cara pemanasan pada suhu 80 derajat Celsius selama 5 menit (pada suhu yang lebih tinggi diperlukan waktu pemanasan yang lebih singkat), kecuali untuk telur yang telah mengalami fermentasi (misalnya telur "1000 tahun" dari Cina) yang memerlukan waktu pemanasan 18 kali lebih lama. Karena itu avidin seringkali disebut juga sebagai "Chinese dried egg white injury factor".
Ovomukoid juga merupakan protein yang terdapat dalam putih telur (mentah), karena kemampuannya untuk menginaktifkan enzim pencernaan protein (yaitu tripsin). Daya cerna yang rendah menunjukkan makin banyak bagian makanan yang terbuang ke feses.
Tidak seperti halnya dengan avidin, ovomukoid merupakan protein yang relatif lebih stabil terhadap pemanasan. Sekitar 90% aktivitasnya dapat dihancurkan dengan pemanasan pada suhu 80 derajat Celsius selama 30 menit, dan seluruh aktivitasnya akan hilang dengan pemanasan pada suhu 90 derajat selama 15 menit.
Penelitian-penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa enzim tripsin manusia tidak dipengaruhi aktivitasnya oleh ovomukoid.
Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan (Salmonella Food poisoning), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedingin, demam dan diare.
Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadi adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandung dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).
Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 derajat Celsius atau 6,2 menit pada suhu 55,50 derajat Celsius untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 derajat Celsius untuk telur utuh (campuran putih dan kuning telur).
Mana yang baik
Meskipun telah dibuktikan bahwa ovomukoid tidak berpengaruh pada tripsin manusia, namun nampaknya proses pencernaan bayi dan anak kecil lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi sebaiknya telur mentah tidak diberikan pada bayi dan anak-anak, bahkan bagi anak yang berumur kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan telur rebus, bukan telur setengah matang.
Untuk menghindari terjadinya keracunan Salmonella, bila telur yang akan dikonsumsi dalam keadaan kotor, lebih baik tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah, walaupun telur itu ditujukan untuk orang dewasa.
Tetapi bila Salmonella tidak merupakan masalah (misalnya keadaan telur bersih), maka nilai gizi telur mentah, setengah matang maupun rebus, bagi orang dewasa, tidak berbeda.
Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam hal konsumsi telur bagi orang dewasa (terutama yang berumur 40 tahun atau lebih, atau yang mempunyai kecenderungan mengidap penyakit jantung koroner), adalah kandungan kolesterol yang terdapat dalam kuning telur.
Kadar kolesterol yang terdapat dalam kuning telur adalah sekitar 250 mg per butir (dalam daging sapi terdapat sekitar 75 mg per 3 ons, dalam hati sekitar 370 mg/3 ons, dan dalam otak sekitar 1700 mg/3 ons). Para ahli gizi menganjurkan agar orang dewasa hanya mengkonsumsi telur paling banyak 4 butir per minggu.
Proses penggorengan akan menurunkan nilai gizi protein telur, meskipun relatif tidak banyak. Telur mata sapi nilai gizi, proteinnya lebih rendah dari telur rebus, dan telur dadar lebih rendah lagi (apalagi yang ber warna kecoklatan). Dalam hubungan ini kita harus memilih apakah akan mengutamakan faktor rasa (telur yang digoreng kering lebih enak rasanya), atau faktor nilai gizi proteinnya.
*(Dr. Deddy Muchtadi, Staf pengajar Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB, Bogor)
Label:
Kliping Koran
Menyelami Proses Selama Tidur
Harian PELITA, 27 Januari 1991
SETELAH kita bekerja keras seharian maka kita akan merasakan penatnya tubuh dan biasanya kita akan tertidur pulas semalaman. Setelah bangun tidur, kita merasakan segala kepenatan dan kelelahan telah hilang. Karena itu fungsi tidur yang sebenarnya adalah pembugar tubuh.
Jam tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada umurnya. Seorang bayi memerlukan waktu tidur 18-20 jam sehari; anak yang berumur 6 sampai 16 tahun membutuhkan 12-14 jam sehari; dan orang dewasa membutuhkan waktu 7-9 jam sehari.
Pada umumnya orang tidak akan bisa langsung tidur secara mendadak. Tetapi melalui berbagai tahap yang dimulai dengan rasa kantuk, menguap atau menggeliat.
Kepala terlebih dulu
Rasa kantuk yang sering kita alami ini, sebenarnya tidak menyelimuti seluruh tubuh pada saat yang sama, tetapi hanya mempengaruhi bagian per bagian secara berurutan. Mula-mula otot mengendur, kemudian indra pendengar dan penglihatan memudar, dan akhirnya indra peraba tak terkendalikan. Dan pada intinya, pelemahan otot merupakan kunci utama dalam proses terjadinya tidur. Karena ketegangan otot akan mengakibatkan orang tidak dapat tidur.
Yang mula-mula dipengaruhi keinginan untuk tidur adalah otot kaki dan pelan-pelan menjalar ke bagian atas seperti lengan, leher, dagu, dan wajah. Tetapi hal sebaliknya terjadi saat kita bangun dari tidur. Kepala kita akan bangun terlebih dahulu. Kemudian baru bagian tubuh seperti lengan dan kaki.
Oleh karena itu jika kita akan tidur maka kita harus melakukan pelemasan otot. Pelemasan otot sebaiknya dimulai pada bagian leher, rahang dan wajah. Suasana atau kondisi tempat kita tidur, juga akan mempengaruhi cepat tidaknya seseorang untuk tidur. Tempat tidur yang gelap, keheningan dan rangsangan akan mompercepat rasa kantuk. Sedangkan rangsangan dari acara TV yang menakutkan atau minuman-minuman tertentu seperti kopi atau coca-cola akan cenderung menghalangi rasa kantuk kita.
Melalui beberapa proses
Setelah rasa kantuk menyerang biasanya disusul dengan tahap tidur ringan. Pada tahap ini seseorang dalam keadaan antara tidur dan tidak tidur. Kenyenyakan tidur seseorang kemudian akan terjadi setelah 1 jam rasa kantuk menyerang. Dan kenyenyakan tidur ini dapat kita ukur dari mudah tidaknya orang tersebut terbangun dengan suara atau bunyi-bunyian keras.
Selama orang tertidur nyenyak, bukan berarti ia tidak dapat mengubah posisi tidurnya. Kita sering melihat ada orang tidur yang suka mengerdip-ngerdipkan kedua mata — yang dikenal dengan istilah REM(Rapid Eye Movement). Gerakan ini biasanya terjadi pertama kali kira-kira 2 jam setelah tidur.
Pada saat tidur banyak terjadi perubahan kegiatan fisiologi yang berhubungan dengan pelemasan otot atau pemompaan darah. Jika seseorang tidur dalam posisi horizontal, metabolisme tidur akan menurun sekitar 10 persen. Sedangkan kecepatan denyut nadi akan berkurang jika kita berbaring. Denyut nadi juga akan meningkat ketika orang tersebut berganti posisi. Sedangkan tekanan darah akan menurun selama 1 jam pertama orang tidur, setelah itu perlahan-lahan akan meningkat.
Selama tidur penyebaran darah ke seluruh tubuh juga berubah. Pembuluh darah dekat permukaan tubuh sedikit mengembang sehingga aliran darah lebih besar ke kulit. Hal inilah yang membuat orang tidur akan nampak kemerah-merahan. Pada saat aliran darah meningkat di permukaan tubuh, aliran darah meningkat di bagian otak. Karenanya pada saat tidur kita menjadi semakin peka terhadap rasa dingin sehingga kita memerlukan selimut untuk penghangat dibandingkan kita tidak tidur.
Peningkatan aliran darah di dekat permukaan tubuh ini, juga akan menyebabkan penurunan suhu tubuh dan mengeluarkan keringat.
Seperti tidur
Ada beberapa keadaan orang yang menyerupai tidur. Misalnya orang yang dihipnotis seringkali tampak tidur tetapi sebetulnya mereka tidak tidur. Pada saat dihipnotis, sebagian dari tubuh kita masih memiliki hentakan lutut dan reflek lainnya serta tidak terlihat adanya perubahan internal yang seharusnya ada selama tidur.
Narkolepsi (penyakit tidur) adalah penyakit tidur dimana orang jatuh tertidur secara mendadak tanpa rasa kantuk terlebih dahulu. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa detik sampai 20 menit. Pada penderita narkolepsi, seringkali orang tidak menyadari bahwa ia telah tidur. (nuk/dja)
SETELAH kita bekerja keras seharian maka kita akan merasakan penatnya tubuh dan biasanya kita akan tertidur pulas semalaman. Setelah bangun tidur, kita merasakan segala kepenatan dan kelelahan telah hilang. Karena itu fungsi tidur yang sebenarnya adalah pembugar tubuh.
Jam tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada umurnya. Seorang bayi memerlukan waktu tidur 18-20 jam sehari; anak yang berumur 6 sampai 16 tahun membutuhkan 12-14 jam sehari; dan orang dewasa membutuhkan waktu 7-9 jam sehari.
Pada umumnya orang tidak akan bisa langsung tidur secara mendadak. Tetapi melalui berbagai tahap yang dimulai dengan rasa kantuk, menguap atau menggeliat.
Kepala terlebih dulu
Rasa kantuk yang sering kita alami ini, sebenarnya tidak menyelimuti seluruh tubuh pada saat yang sama, tetapi hanya mempengaruhi bagian per bagian secara berurutan. Mula-mula otot mengendur, kemudian indra pendengar dan penglihatan memudar, dan akhirnya indra peraba tak terkendalikan. Dan pada intinya, pelemahan otot merupakan kunci utama dalam proses terjadinya tidur. Karena ketegangan otot akan mengakibatkan orang tidak dapat tidur.
Yang mula-mula dipengaruhi keinginan untuk tidur adalah otot kaki dan pelan-pelan menjalar ke bagian atas seperti lengan, leher, dagu, dan wajah. Tetapi hal sebaliknya terjadi saat kita bangun dari tidur. Kepala kita akan bangun terlebih dahulu. Kemudian baru bagian tubuh seperti lengan dan kaki.
Oleh karena itu jika kita akan tidur maka kita harus melakukan pelemasan otot. Pelemasan otot sebaiknya dimulai pada bagian leher, rahang dan wajah. Suasana atau kondisi tempat kita tidur, juga akan mempengaruhi cepat tidaknya seseorang untuk tidur. Tempat tidur yang gelap, keheningan dan rangsangan akan mompercepat rasa kantuk. Sedangkan rangsangan dari acara TV yang menakutkan atau minuman-minuman tertentu seperti kopi atau coca-cola akan cenderung menghalangi rasa kantuk kita.
Melalui beberapa proses
Setelah rasa kantuk menyerang biasanya disusul dengan tahap tidur ringan. Pada tahap ini seseorang dalam keadaan antara tidur dan tidak tidur. Kenyenyakan tidur seseorang kemudian akan terjadi setelah 1 jam rasa kantuk menyerang. Dan kenyenyakan tidur ini dapat kita ukur dari mudah tidaknya orang tersebut terbangun dengan suara atau bunyi-bunyian keras.
Selama orang tertidur nyenyak, bukan berarti ia tidak dapat mengubah posisi tidurnya. Kita sering melihat ada orang tidur yang suka mengerdip-ngerdipkan kedua mata — yang dikenal dengan istilah REM(Rapid Eye Movement). Gerakan ini biasanya terjadi pertama kali kira-kira 2 jam setelah tidur.
Pada saat tidur banyak terjadi perubahan kegiatan fisiologi yang berhubungan dengan pelemasan otot atau pemompaan darah. Jika seseorang tidur dalam posisi horizontal, metabolisme tidur akan menurun sekitar 10 persen. Sedangkan kecepatan denyut nadi akan berkurang jika kita berbaring. Denyut nadi juga akan meningkat ketika orang tersebut berganti posisi. Sedangkan tekanan darah akan menurun selama 1 jam pertama orang tidur, setelah itu perlahan-lahan akan meningkat.
Selama tidur penyebaran darah ke seluruh tubuh juga berubah. Pembuluh darah dekat permukaan tubuh sedikit mengembang sehingga aliran darah lebih besar ke kulit. Hal inilah yang membuat orang tidur akan nampak kemerah-merahan. Pada saat aliran darah meningkat di permukaan tubuh, aliran darah meningkat di bagian otak. Karenanya pada saat tidur kita menjadi semakin peka terhadap rasa dingin sehingga kita memerlukan selimut untuk penghangat dibandingkan kita tidak tidur.
Peningkatan aliran darah di dekat permukaan tubuh ini, juga akan menyebabkan penurunan suhu tubuh dan mengeluarkan keringat.
Seperti tidur
Ada beberapa keadaan orang yang menyerupai tidur. Misalnya orang yang dihipnotis seringkali tampak tidur tetapi sebetulnya mereka tidak tidur. Pada saat dihipnotis, sebagian dari tubuh kita masih memiliki hentakan lutut dan reflek lainnya serta tidak terlihat adanya perubahan internal yang seharusnya ada selama tidur.
Narkolepsi (penyakit tidur) adalah penyakit tidur dimana orang jatuh tertidur secara mendadak tanpa rasa kantuk terlebih dahulu. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa detik sampai 20 menit. Pada penderita narkolepsi, seringkali orang tidak menyadari bahwa ia telah tidur. (nuk/dja)
Label:
Kliping Koran
Sindroma Prahaid, Kelainan Yang Dianggap Lumrah
Oleh: Drs. Med. Boedi Siswantoro
Harian SUARA KARYA, 23 Nopember 1989
Haid bagi wanita merupakan suatu peristiwa wajar yang dialami setiap bulan, karena begitu wajarnya maka bagi wanita pada usia haid tetapi ternyata tidak haid (selain hamil dan menyusui) akan menimbulkan perasaan tidak enak, seakan-akan perannya sebagai wanita masih dirasakan kurang.
Ada masa yang penuh liku-liku sebelum terjadinya haid. Bagi kebanyakan wanita dianggap sebagai peristiwa lumrah dan tidak dirasakan, dianggap bukan suatu kelainan karena masih ada hubungannya dengan haid. Sebenarnya masa 1 sampai 2 minggu sebelum haid perlu mendapat perhatian khusus.
Ada seorang ibu menceritakan setiap mau haid merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Kepala pusing, perasaan mudah tersinggung, cepat marah, lemah tak bertenaga, kurang dapat berkonsentrasi, mual, bengkak pada
dua kakinya, rasa pegal pada panggul, pembesaran dan nyeri pada payudara dan pegal-pegal pada persendian, ditambah lagi muka berjerawat. Keluhan ini timbul berulang setiap 2 minggu menjelang haid dan segera menghilang saat haid datang. Gejala-gejala tersebut dianggapnya sebagai hal yang biasa karena, tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari.
Gejala-gejala yang dikeluhkan ibu di atas merupakan kumpulan gejala (Sindroma) prahaid. Menurut Jones HW dan Jones GS (1981), gejala-gejala prahaid menimpa kurang lebih 40% dari semua wanita yang mempunyai sjklus haid. Llewellyn (1986) mendapatkan 40 dari wanita yang mempunyai siklus haid mengalami sindroma prahaid.
Dengan adanya ketegangan mental, depresi, mudah tersinggung dan kecemasan selama masa prahaid, sering menimbulkan gangguan dalam hubungan antar pribadi (baik dengan keluarga maupun dengan tetangga), mengalami kecelakaan lalu lintas, melakukan kesalahan serta menurunkan kemampuan dan prestasi bagi wanita pekerja.
Kasus sindroma prahaid sering dijumpai di negara yang sudah maju terutama di negara-negara barat. Sedangkan di negara-negara sedang berkembang belum banyak dijumpai, karena gejala-gejala prahaid ini sangat jarang dikeluhkan oleh wanita selama siklus haidnya. Namun demikian hal ini perlu untuk diketahui kaum wanita mengingat akibat yang ditimbulkannya cukup mengagetkan.
Setiap datang masa prahaid, bagi wanita penderita sindroma prahaid mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan. Adanya gejala-gejala yang menyertai siklus haid ini memberikan pengaruh tertentu terhadap kesehatan dan perilaku wanita tersebut. Selama hari-hari tersebut, para penderita mempunyai kecenderungan mengalami kecelakaan lalu lintas, melakukan kesalahan-kesalahan, dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Pada wanita yang bekerja dalam suatu industri, mengalami penurunan kemampuan dan prestasi kerja, bahkan mempunyai kecenderungan tidak masuk kerja selama mengalami gejala-gejala prahaid.
Dalam masa prahaid, sebagian besar penderita mengalami gangguan ringan, yang tidak menimbulkan halangan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Pada gangguan yang ringan ini, penderita menerima gejala-gejala tersebut sebagai manifestasi normal dari haid. Sedangkan tipe yang berat, selama prahaid dapat mengarah pada keadaan psikotik dengan perubahan kepribadian dan ledakan-ledakan emosional yang akan menyulitkan keluarga wanita bersangkutan karena bisa terjadi pertengkaran. Hal ini akan menyebabkan memburuknya hubungan antarpribadi.
Gejala-gejala seperti yang dikeluhkan seorang ibu di atas merupakan kumpulan keluhan dari penderita sindroma prahaid, tetapi tidak setiap penderita mengalami semua gejala. Gejala-gejala prahaid sangat bervariasi di antara seorang penderita dengan penderita lain, tetapi gejala - gejala tersebut bersifat berulang pada saat menjelang haid dari satu siklus ke siklus berikutnya.
Terjadinya Sindroma Prahaid
Banyak ahli yang mengajukan beberapa teori tentang terjadinya Sindroma prahaid, yang dapat disimpulkan menjadi dua bagian yaitu karena pengaruh hormonal dan karena faktor psikis. Terjadinya sindroma prahaid pada umumnya berkaitan dengan faktor-faktor psikologi dan psikososial. Adanya konflik yang tidak dapat diselesaikan, stres terhadap situasi lingkungan dan masalah dalam keluarga sering menjadi penyebabnya.
Juga tipe kepribadian psikotis yang didukung stres lingkungan berperanan penting dalam perkembangan gejala-gejala prahaid. Adapun yang lebih mudah menderita sindroma prahaid, ialah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haidnya dan terhadap faktor-faktor psikologis.
Pengobatan
Langkah awal pengobatan yang paling penting ialah mengoreksi faktor-faktor lingkungan yang mungkin menjadi penyebabnya, dengan memberikan kesempatan penderita tersebut untuk menceritakan persoalan-persoalannya. Pendekatan psikologis amat penting pada penderita sindroma prahaid ini untuk menjelaskan dan meyakinkan bahwa gejala-gejalanya dapat diatasi.
Pengobatan sindroma prahaid bersifat simptomatis dan tidak khas. Pada wanita yang mengalami ketegangan, pada umumnya pengobatan relaksasi akan dapat membantu mengurangi gejalanya. Yang penting disini adalah beberapa penderita mungkin cocok dengan salah satu jenis pengobatan, sedangkan pengobatan tersebut tidak cocok untuk penderita yang lain. Hal ini disebabkan oleh karena gejala-gejalanya sangat bervariasi pada masing-masing penderita.
Sudah waktunya untuk kaum wanita mengetahui keadaan yang menimpa pada masa-masa menjelang haid agar keserasian, kebahagiaan dalam keluarga tidak terganggu oleh adanya gejala-gejala prahaid yang tidak mengenakkan. Juga untuk meningkatkan produktivitas kerja selama masa-masa menjelang haid.
Harian SUARA KARYA, 23 Nopember 1989
Haid bagi wanita merupakan suatu peristiwa wajar yang dialami setiap bulan, karena begitu wajarnya maka bagi wanita pada usia haid tetapi ternyata tidak haid (selain hamil dan menyusui) akan menimbulkan perasaan tidak enak, seakan-akan perannya sebagai wanita masih dirasakan kurang.
Ada masa yang penuh liku-liku sebelum terjadinya haid. Bagi kebanyakan wanita dianggap sebagai peristiwa lumrah dan tidak dirasakan, dianggap bukan suatu kelainan karena masih ada hubungannya dengan haid. Sebenarnya masa 1 sampai 2 minggu sebelum haid perlu mendapat perhatian khusus.
Ada seorang ibu menceritakan setiap mau haid merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Kepala pusing, perasaan mudah tersinggung, cepat marah, lemah tak bertenaga, kurang dapat berkonsentrasi, mual, bengkak pada
dua kakinya, rasa pegal pada panggul, pembesaran dan nyeri pada payudara dan pegal-pegal pada persendian, ditambah lagi muka berjerawat. Keluhan ini timbul berulang setiap 2 minggu menjelang haid dan segera menghilang saat haid datang. Gejala-gejala tersebut dianggapnya sebagai hal yang biasa karena, tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari.
Gejala-gejala yang dikeluhkan ibu di atas merupakan kumpulan gejala (Sindroma) prahaid. Menurut Jones HW dan Jones GS (1981), gejala-gejala prahaid menimpa kurang lebih 40% dari semua wanita yang mempunyai sjklus haid. Llewellyn (1986) mendapatkan 40 dari wanita yang mempunyai siklus haid mengalami sindroma prahaid.
Dengan adanya ketegangan mental, depresi, mudah tersinggung dan kecemasan selama masa prahaid, sering menimbulkan gangguan dalam hubungan antar pribadi (baik dengan keluarga maupun dengan tetangga), mengalami kecelakaan lalu lintas, melakukan kesalahan serta menurunkan kemampuan dan prestasi bagi wanita pekerja.
Kasus sindroma prahaid sering dijumpai di negara yang sudah maju terutama di negara-negara barat. Sedangkan di negara-negara sedang berkembang belum banyak dijumpai, karena gejala-gejala prahaid ini sangat jarang dikeluhkan oleh wanita selama siklus haidnya. Namun demikian hal ini perlu untuk diketahui kaum wanita mengingat akibat yang ditimbulkannya cukup mengagetkan.
Setiap datang masa prahaid, bagi wanita penderita sindroma prahaid mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan. Adanya gejala-gejala yang menyertai siklus haid ini memberikan pengaruh tertentu terhadap kesehatan dan perilaku wanita tersebut. Selama hari-hari tersebut, para penderita mempunyai kecenderungan mengalami kecelakaan lalu lintas, melakukan kesalahan-kesalahan, dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Pada wanita yang bekerja dalam suatu industri, mengalami penurunan kemampuan dan prestasi kerja, bahkan mempunyai kecenderungan tidak masuk kerja selama mengalami gejala-gejala prahaid.
Dalam masa prahaid, sebagian besar penderita mengalami gangguan ringan, yang tidak menimbulkan halangan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Pada gangguan yang ringan ini, penderita menerima gejala-gejala tersebut sebagai manifestasi normal dari haid. Sedangkan tipe yang berat, selama prahaid dapat mengarah pada keadaan psikotik dengan perubahan kepribadian dan ledakan-ledakan emosional yang akan menyulitkan keluarga wanita bersangkutan karena bisa terjadi pertengkaran. Hal ini akan menyebabkan memburuknya hubungan antarpribadi.
Gejala-gejala seperti yang dikeluhkan seorang ibu di atas merupakan kumpulan keluhan dari penderita sindroma prahaid, tetapi tidak setiap penderita mengalami semua gejala. Gejala-gejala prahaid sangat bervariasi di antara seorang penderita dengan penderita lain, tetapi gejala - gejala tersebut bersifat berulang pada saat menjelang haid dari satu siklus ke siklus berikutnya.
Terjadinya Sindroma Prahaid
Banyak ahli yang mengajukan beberapa teori tentang terjadinya Sindroma prahaid, yang dapat disimpulkan menjadi dua bagian yaitu karena pengaruh hormonal dan karena faktor psikis. Terjadinya sindroma prahaid pada umumnya berkaitan dengan faktor-faktor psikologi dan psikososial. Adanya konflik yang tidak dapat diselesaikan, stres terhadap situasi lingkungan dan masalah dalam keluarga sering menjadi penyebabnya.
Juga tipe kepribadian psikotis yang didukung stres lingkungan berperanan penting dalam perkembangan gejala-gejala prahaid. Adapun yang lebih mudah menderita sindroma prahaid, ialah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haidnya dan terhadap faktor-faktor psikologis.
Pengobatan
Langkah awal pengobatan yang paling penting ialah mengoreksi faktor-faktor lingkungan yang mungkin menjadi penyebabnya, dengan memberikan kesempatan penderita tersebut untuk menceritakan persoalan-persoalannya. Pendekatan psikologis amat penting pada penderita sindroma prahaid ini untuk menjelaskan dan meyakinkan bahwa gejala-gejalanya dapat diatasi.
Pengobatan sindroma prahaid bersifat simptomatis dan tidak khas. Pada wanita yang mengalami ketegangan, pada umumnya pengobatan relaksasi akan dapat membantu mengurangi gejalanya. Yang penting disini adalah beberapa penderita mungkin cocok dengan salah satu jenis pengobatan, sedangkan pengobatan tersebut tidak cocok untuk penderita yang lain. Hal ini disebabkan oleh karena gejala-gejalanya sangat bervariasi pada masing-masing penderita.
Sudah waktunya untuk kaum wanita mengetahui keadaan yang menimpa pada masa-masa menjelang haid agar keserasian, kebahagiaan dalam keluarga tidak terganggu oleh adanya gejala-gejala prahaid yang tidak mengenakkan. Juga untuk meningkatkan produktivitas kerja selama masa-masa menjelang haid.
Label:
Kliping Koran
Tahu-tempe manjur untuk meredam kanker payudara
Harian SURYA, 27 Mei 1991
WANITA manakah yang tak gentar mendengar kanker payudara? Kelainan ini memang semakin ganas. Di Indonesia, keganasan payudara menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Untuk menangkalnya, konsumsilah makanan yang mengandung kacang kedelai, mi- salnya tahu dan tempe.
Ilmuwan membuktikan, peluang wanita dalam usia produktif yang mengkonsumsi kacang kedelai untuk menderita kanker payudara, ternyata turun 60 persen. Dalam riset yang dipublikasikan jurnal ilmiah Lancet disebutkan, protein yang terdapat pada kacang kedelai mengandung phyto-estrogen --- salah satu bentuk dari estrogen.
Menurut para peneliti, phyto-estrogen itu dapat menghambat aktivitas estrogen pada manusia--yang bertanggungjawab terhadap terjadinya salah satu bentuk kanker payudara.
Adanya peningkatan angka kejadian kanker payudara pada wanita Cina masa produktif di Singapura merangsang dokter-dokter di sana untuk melacak penyebabnya. Mereka menduga angka kejadian itu berhubungan erat dengan diet pola barat, konsumsi daging merah yang tinggi serta kurang makan sayur.
Peneliti dari Universitas Cambridge, Universitas Nasional Singapura dan Lembaga Riset Internasional tentang Kanker di Lyon, Prancis membandingkan diet dari 200 wanita Cina penderita kanker payudara dengan 420 wanita Cina lainnya yang sehat. Mereka berusia di antara 24 sampai 88 tahun.
Ternyata, mereka menemukan pada wanita masa post menopause, diet tak terlalu memberikan pengaruh terhadap angka kejadian kanker payudara. Tapi peluang wanita pre menopause yang menempati urutan ketiga makan daging akan dua kali lebih besar.
Dr Walter Willett, profesor epidemiologi dan nutrisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Harvard, mengatakan, penemuan itu merupakan hal yang penting, tapi masih membutuhkan konfirmasi lagi.
Willet ketika dimintakan tanggapannya tentang pengaruh phyto-estrogen, mengatakan, masih kurang tepat untuk mengambil kesimpulan tentang pengaruh protein itu. Menurutnya, hipotesis lain harus dicari pada bahan-bahan kimia yang dikandung kacang kedelai. Pendapat senada disampaikan Dr Dan Nixon, wakil presiden Lembaga Kanker AS. "Kedengarannya logis, tapi saya masih ragu-ragu."
Tapi, Dr Nicholas Day, salah seorang peneliti yang profesor kesehatan masyarakat dari Universitas Cambridge mengatakan, mekanisme kerja dari protein pada kacang kedelai seperti obat kanker payudara yang populer yaitu Tamoxifen. Obat ini merupakan anti-estrogen. "Phytoestrogen juga ditemukan pada padi dan kacang," tambah Day.
Dibanding dengan wanita AS, angka kejadian kanker payudara pada wanita di Cina, Jepang dan daerah Mediteranian, lebih kecil. Wanita Cina dan Jepang ternyata lebih sedikit makan daging merah serta makan lebih banyak padi-padian dan kacang-kacangan. "Phyto-estrogen dapat merupakan penangkal utama munculnya kanker payudara," kata Day. (tmt)
WANITA manakah yang tak gentar mendengar kanker payudara? Kelainan ini memang semakin ganas. Di Indonesia, keganasan payudara menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Untuk menangkalnya, konsumsilah makanan yang mengandung kacang kedelai, mi- salnya tahu dan tempe.
Ilmuwan membuktikan, peluang wanita dalam usia produktif yang mengkonsumsi kacang kedelai untuk menderita kanker payudara, ternyata turun 60 persen. Dalam riset yang dipublikasikan jurnal ilmiah Lancet disebutkan, protein yang terdapat pada kacang kedelai mengandung phyto-estrogen --- salah satu bentuk dari estrogen.
Menurut para peneliti, phyto-estrogen itu dapat menghambat aktivitas estrogen pada manusia--yang bertanggungjawab terhadap terjadinya salah satu bentuk kanker payudara.
Adanya peningkatan angka kejadian kanker payudara pada wanita Cina masa produktif di Singapura merangsang dokter-dokter di sana untuk melacak penyebabnya. Mereka menduga angka kejadian itu berhubungan erat dengan diet pola barat, konsumsi daging merah yang tinggi serta kurang makan sayur.
Peneliti dari Universitas Cambridge, Universitas Nasional Singapura dan Lembaga Riset Internasional tentang Kanker di Lyon, Prancis membandingkan diet dari 200 wanita Cina penderita kanker payudara dengan 420 wanita Cina lainnya yang sehat. Mereka berusia di antara 24 sampai 88 tahun.
Ternyata, mereka menemukan pada wanita masa post menopause, diet tak terlalu memberikan pengaruh terhadap angka kejadian kanker payudara. Tapi peluang wanita pre menopause yang menempati urutan ketiga makan daging akan dua kali lebih besar.
Dr Walter Willett, profesor epidemiologi dan nutrisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Harvard, mengatakan, penemuan itu merupakan hal yang penting, tapi masih membutuhkan konfirmasi lagi.
Willet ketika dimintakan tanggapannya tentang pengaruh phyto-estrogen, mengatakan, masih kurang tepat untuk mengambil kesimpulan tentang pengaruh protein itu. Menurutnya, hipotesis lain harus dicari pada bahan-bahan kimia yang dikandung kacang kedelai. Pendapat senada disampaikan Dr Dan Nixon, wakil presiden Lembaga Kanker AS. "Kedengarannya logis, tapi saya masih ragu-ragu."
Tapi, Dr Nicholas Day, salah seorang peneliti yang profesor kesehatan masyarakat dari Universitas Cambridge mengatakan, mekanisme kerja dari protein pada kacang kedelai seperti obat kanker payudara yang populer yaitu Tamoxifen. Obat ini merupakan anti-estrogen. "Phytoestrogen juga ditemukan pada padi dan kacang," tambah Day.
Dibanding dengan wanita AS, angka kejadian kanker payudara pada wanita di Cina, Jepang dan daerah Mediteranian, lebih kecil. Wanita Cina dan Jepang ternyata lebih sedikit makan daging merah serta makan lebih banyak padi-padian dan kacang-kacangan. "Phyto-estrogen dapat merupakan penangkal utama munculnya kanker payudara," kata Day. (tmt)
Label:
Kliping Koran
Langganan:
Postingan (Atom)