Laman

Senin, 01 Februari 2010

Kencing Manis Datang Tanpa Diduga

Oleh: dr. Basir Alhamdani
Harian Suara Karya, 30 Nopember 1989

Banyak penderita yang datang ke Praktek dokter, secara tidak sengaja mengidap penyakit kencing manis. Sebagai contoh seorang yang mengeluh berat badannya menurun secara drastis, walaupun makan cukup banyak. Ada lagi seorang mengeluh gatal - gatal di kulit tanpa ada kelainan di kulit. Ada pula yang mengeluh tenaga kejantanannya menurun. Disamping ada juga yang mengeluh sering kali kencing disamping adanya rasa haus yang terus menerus. Kencing manis suatu penyakit yang kadangkala tidak disadari oleh penderitanya. Keluhan yang menyolok tidak tampak tetapi penyakit ini tanpa adanya suatu pengontrolan yang sebaik-baiknya dapat menimbulkan akibat serius bagi tubuh, karena menimbulkan komplikasi pada organ-organ yang lain di tubuh.
Sekali seseorang dinyatakan menderita kencing manis, berarti orang tersebut selama hidupnya tetap menderita kencing manis. Tidak ada istilah penyakit kencing manis sembuh, yang ada penderita terkontrol sehingga dalam pemeriksaan darah kadar gulanya normal dan pemeriksaan air seni tidak dijumpai adanya gula. Penderita kencing manis yang terkontrol:
1. Dapat juga diit/pengaturan makan saja tanpa obat-obatan
2. Dengan obat-obatan disertai diit yang baik.
Ada suatu motto bagi penderita, kencing manis "lebih baik lupa obat tetapi jangan lupa pengaturan makanan". Seorang penderita kencing manis, harus dapat menahan nafsu makannya. Harus benar dapat mengendalikan nafsu makannya, harus ingat akibat-akibat yang mungkin terjadi dari kecerobohannya.
Di dalam praktek seringkali dijumpai seorang mengemukakan, tempo hari saya pernah menderita kencing manis tetapi sekarang sudah sembuh. Benarkah orang tersebut sembuh dari kencing manisnya? Pernyataan sembuh dari penyakitnya, berdasarkan setelah pengobatan yang sebenarnya hanya terkontrol saja. Apabila orang tersebut makannya tidak terkendali lagi, pasti penyakitnya akan kambuh lagi. Walaupun penyakitnya kambuh seringkali penderitanya tidak menyadari. Timbulnya komplikasi secara perlahan-lahan sehingga tidak terdapat suatu keluhan. Apa sebenarnya penyakit kencing manis itu?
Penyakit kencing manis terjadi akibat gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin dan berlanjut dengan degenerasi vasculer dalam tubuh. Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ludah perut atau disebut juga Pancreas. Pancreas suatu alat pencernaan yang besar yang terletak di belakang perut dan melintang pada bagian belakang. Insulin dihasilkan oleh sel beta pancreas yang mempunyai efek terhadap metabolisme karbohidrat. Insulin ini mengatur kadar gula di dalam darah, yang pada umumnya kadar tetap dan bervariasi sedikit. Akibat terganggunya produksi insulin akan menimbulkan gangguan metabolisme, efek terjadi secara perlahan-lahan pada pembuluh darah kecil-kecil disebut Microangiopathy. Akibat gangguan pada pembuluh darah ini menimbulkan gangguan pada:
- Alat-alat ginjal menimbulkan suatu penyakit disebut Nephro Sclerose diabetie nephropathy.
- Pada jantung - pembuluh darah yang memberi makan otot jantung dapat menyempit akan menimbulkan angina pectoris dan keadaan berat menimbulkan Infarct Myocard. Jangan terkejut kalau ada, penderita kencing manis mati mendadak.
- Mata, karena penyempitan pembuluh darah Retina mudah pecah disebut Retinopathia diabetics, disamping timbul cataract lebih awal.
- Gangguan-gangguan organ lain di tubuh dapat timbul karena adanya penyempitan pembuluh darah.

Gejala-gejala
Harus diingat bahwa gejala kencing manis tidak akan segera timbul. Banyak penderita kencing manis tidak sadar di dalam tubuhnya mengidap penyakit ini. Gejala yang perlu dicurigai antara lain:
- Penurunan berat badan secara cepat, kemungkinan disebabkan kencing manis, proses keganasan, dapat pula kelebihan hormon gondok yang disebut Hyperthyroid.
- Keluhan pokok, sering kali kencing, merasa haus dan cepat lapar, sehingga banyak minum dan banyak makan.
- Keluhan akibat komplikasi yang mungkin timbul diantaranya adalah, rasanya gatal di kulit, impotensi pada pria, nafsu besar tenaga kurang.
- Sering kali semutan di ujung-ujung tangan dan kaki (penyebab lain ada).
- Sering kali kembung, buang air besar tidak teratur, gangguan kencing. Hal ini disebabkan gangguan otot kandung kemih.
- Mata kabur.
- Luka tidak sembuh - sembuh.
- Darah tinggi.
- Keputihan, gangguan menstruasi.
- Riwayat persalinan kurang baik.
Gejala komplikasi ini tidak monopoli penyakit kencing manis, tetapi apabila dijumpai gejala tersebut seorang dokter pasti berpikir ke arah kencing manis, disamping kemungkinan lainnya. Sehingga untuk membuktikan diperlukan pemeriksaan lainnya secara lengkap.

Pengobatan Kencing Manis
Penderita kencing manis menyadari bahwa:
- Sekali dinyatakan kencing manis berarti seumur hidup menderita kencing manis.
- Istilah sembuh sebenarnya tidak ada, yang ada ialah terkontrol dikarenakan diit / pengaturan makanan yang baik secara terus menerus.
- Diit adalah paling utama bagi penderita kencing manis. Pemakaian obat kencing manis, harus disertai pengontrolan yang rutin.
- Segala yang terasa manis harus dihindari dan mintalah nasehat dokter anda untuk diitnya.
- Lebih baik lupa obat tetapi jangan sampai lupa diit.
Kadangkala penderita kencing manis, tanpa obat dapat diatasi cukup dengan diit saja. Pemakaian obat kencing manis, bervariasi ada yang cukup 1/2 tablet sehari dengan diit tertentu, ada yang pagi satu, sore 1/2 dan seterusnya. Pemakaian obat-obat ini apabila ingin efektif dilakukan pengetesan gula urine sendiri setiap hari, sampai dicapai kesimpulan penggunaan obatnya. Sebagai contoh bangun tidur di test, dua jam setelah makan di test, kemudian malam hari di test lagi. Dengan cara demikian dapat mengatur pemakaian obat dengan diit makanan tertentu. Sebaliknya pemeriksaan yang hanya dilakukan di Laboratorium klinik pada saat-saat tertentu, kurang efektif apabila tidak dibantu pemeriksaan sendiri.
Sekali lagi penulis tekankan, selain pemeriksaan di Laboratorium, harus disertai pemeriksaan sendiri di rumah, lakukanlah pencatatan-pencatatan. Sehingga penderita kencing manis dapat memperkirakan diit yang tepat bagi dirinya.

KEJANG PADA ANAK

Mingguan MIMBAR KARYA, Minggu I Desember 1991

Kalau anak Anda mengalami kejang-kejang (stuip) segeralah membuka semua pakaiannya agar ia dapat bernafas dengan leluasa. Masukkan gagang sendok yang telah dibalut sapu tangan bersih ke dalam mulut agar jalan nafasnya terbuka dan lidah tidak tergigit sewaktu kejang. Untuk menurunkan suhu badan, si anak "dimandikan" atau diseka dengan alkohol berkadar 70%. Kalau tidak ada alkohol, bisa juga kepala anak dikompres dengan air dingin atau es, atau segera diberi obat penurun panas.
Apabila anak menderita kejang pertama kali, biasanya orang tua cemas sekali. Memang ada alasannya dan seyogyanya anak segera dibawa ke dokter, lebih-lebih kalau anak berumur kurang dari 6 bulan atau di atas 4 tahun.
Kejang merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dari yang bersifat ringan seperti radang tenggorokan sampai yang berat seperti radang otak, tumor otak dan sebagainya. Namun yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah kejang demam sederhana. Limapuluh persen anak yang mengalami serangan kejang pertama pada umur di bawah lima tahun menderita kejang demam sederhana. Demikian menurut dr.Tatang Kustiman dari RS Sumber Waras.

Dua macam kejang
Ada dua golongan kejang demam, yaitu kejang demam sederhana dan kejang yang timbul pada anak yang memang memiliki penyakit epilepsi (ayan). Kejang pada penderita epilepsi ini bisa muncul antara lain karena adanya serangan demam. Epilepsi ini terjadi lebih banyak karena faktor keturunan, meski sampai saat ini belum diketahui bagaimana cara penurunannya.
Kadang-kadang sulit dibedakan apakah anak mengalami kejang karena demam ataukah epilepsi. Untuk mengetahuinya memerlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut.
Pada umumnya kejang demam (sederhana) sering timbul pada anak berusia 6 bulan - 4 tahun. Kejang yang dialami oleh anak di bawah 6 bulan, sering disebabkan oleh trauma kelahiran, termasuk karena kekurangan oksigen pada bayi baru lahir, perdarahan otak atau kelainan otak bawaan.
Kejang pada anak di atas usia empat tahun lebih sering disebabkan oleh epilepsi, kerusakan otak, infeksi otak, sementara infeksi akut di luar otak kian jarang menjadi penyebabnya.
Timbulnya serangan kejang demam adalah akibat terjadinya kenaikan suhu tubuh yang tinggi dan cepat. Kenaikan suhu tubuh yang menyebabkan kejang ini bisa tinggi atau hanya 38oC saja. Naiknya suhu tubuh biasanya disebabkan karena infeksi di luar susunan syaraf pusat (otak) seperti radang tonsil (amandel), radang telinga bagian tengah, bronkitis, bisul dan kadang-kadang karena mencret akibat virus.
Mengapa seorang anak mengalami kejang bila demam menyerang, sedangkan anak lain tidak, hingga kini belum dapat diterangkan dengan jelas. Banyak teori diajukan, di antaranya menyatakan bahwa ambang rangsang kejang secara individu berbeda, pada tiap anak, dan ambang rangsang ini menurun bila suhu tubuh meninggi. Jadi seorang anak akan mengalami kejang atau tidak tergantung pada tinggi rendahnya ambang rangsang kejang ini.

Akibat "korsluiting"
Untuk mempertahankan fungsi dan kelangsungan hidupnya, sel otak memerlukan energi, terutama berasal dari hasil pembakaran glukosa oleh oksigen yang berasal dari paru-paru. Pada keadaan demam kenaikan suhu tubuh sebesar 1oC akan menyebabkan kenaikan metabolisme basal sebanyak 10 - 15%, sementara itu kebutuhan oksigen pada otak naik sebesar 20%.
Pada anak kecil (kurang lebih 3 tahun) aliran darah ke otak mencapai 65% dari aliran seluruh tubuh, sedangkan pada orang dewasa hanya 15%. Dengan demikian pada anak-anak, kenaikan suhu tubuh lebih mudah menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Ini akan mengganggu keseimbangan sel otak yang dapat menyebabkan terjadinya lepas muatan listrik yang akan menyebar ke seluruh jaringan otak. Akibat terjadinya "korsluiling" inilah anak menjadi kejang-kejang.
serangan kejang biasanya timbul pada 16 jam pertama setelah kenaikan suhu tubuh dan biasanya pula kejang berlangsung kurang dari 10 menit. Kejang terjadi pada seluruh bagian tubuh dan pada umumnya akan berhenti dengan sendirinya setelah mendapat pertolongan pertama. Setelah kejang berhenti anak dengan cepat menjadi normal kembali, walaupun kadang-kadang untuk sesaat anak tidak memberikan reaksi apapun dan tampak mengantuk. Setelah beberapa menit anak terbangun dan sadar kembali.
Memang, kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) dapat mengakibatkan kerusakan otak. Bila kerusakan itu terjadi pada otak daerah temporalis (kanan-kiri pelipis), ini dapat menjadi pusat terjadinya serangan epilepsi spontan di kemudian hari. Kejang juga bisa berakibat fatal bila berlangsung lama dan terus menerus, sebab hal ini dapat mengganggu peredaran darah ke otak, terjadinya kekurangan oksigen, keseimbangan air dan elektrolit dengan akibat oedema (pembengkakan otak). Oleh sebab itulah pertolongan dokter perlu lebih diminta.
Akan tetapi pada umumnya kejang demam yang berlangsung dalam waktu singkat sama sekali tidak menimbulkan kerusakan otak yang dapat membahayakan jiwa anak dan juga tidak menimbulkan gejala sisa seperti mental anak jadi terbelakang, kelainan
kecerdasan atau cerebral palsy (kelumpuhan otak).
Apabila kejang demam kemudian disusul dengan terjadinya kejang tanpa demam (epilepsi) kemungkinan terjadinya retardasi mental menjadi lima kali lebih besar daripada anak yang hanya mengalami kejang demam sederhana.
Berbeda dengan anak yang memang mengidap epilepsi, anak yang pernah mengalami kejang lagi setelah berusia 4-6 tahun.
Dari basil penelitian diketahui kemungkinan kejang terulang kembali pada anak berusia kurang dari 13 bulan sebesar 30% untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuan lebih besar lagi, yaitu 50%. Pada anak berusia 13 bulan-3 tahun dengan anggota keluarganya pernah mengalami kejang, kemungkinan berulangnya sebesar 50%, sementara anak yang keluarganya tidak ada yang pernah mengalami kejang kemungkinannva hanya 25%. Biasanya perulangan ini terjadi pada 6 bulan pertama setelah serangan kejang yang terakhir.

Usaha pencegahan
Untuk mencegah agar anak tidak menjadi kejang, yang terpenting, secepat mungkin menurunkan suhu badan anak atau mencegah agar anak yang sedang menderita sakit, panas badannya tidak meninggi, misalnya dengan mengompres kepala anak atau memberi obat penurun panas.
Untuk mengurangi kemUngkinan terserang kejang demam sederhana, bisa juga anak diberi obat pencegah kejang terutama kepada anak yang pernah mengalaminya, mengingat kejang demam bisa muncul lagi. Obat yang terdiri atas obat antikejang dan penurun panas itu diberikan pada saat anak menderita demam saja. Obat ini biasanya berupa phenobarbital atau diazepam yang diperoleh dari dokter.
Namun, obat ini tidak sepenuhnya menjamin anak tidak akan terserang kejang, sebab kejang demam sederhana baru timbul pada 16 jam pertama setelah terjadi demam dan juga kejang dapat timbul meskipun anak suhu tubuh tidak terlalu tinggi. Jadi meskipun anak sudah diberi obal antikejang, ada kemungkinan anak tetap terserang. Obat ini sebaiknya tidak diberikan lagi setelah anak berusia sekitar empat tahun, karena kemungkinan timbulnya kejang demam lagi sangat kecil.
Tidak selamanya kenaikan suhu tubuh pada anak diikuti kejang, lebih-lebih pada anak yang belum pernah mengalami kejang demam dan atau tidak ada anggota keluarganya pernah terserang kejang demam. Karena itu anak ini tak perlu diberi obat antikejang.
Berbeda dengan kejang demam sederhana, anak yang ternyata mengidap epilepsi atau mengalami kelainan saraf, seperti retardasi mental atau kelumpuhan otak, perlu diberi obat antikejang seetiap hari dalam Waktu lama (profilaksi jangka panjang) untuk mencegah timbulnya kejang.
Bagaimanapun tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Namun, lebih sempurnalah apabila setelah mengalami kejang, anak lekas dibawa ke dokter untuk melacak lebih jauh apakah di balik kejang itu anak mengidap penyakit yang berbahaya atau tidak. (Mk/Is).

Bahaya 'hubungan'pada bulan-bulan terakhir kehamilan?

Mingguan MIMBAR KARYA, 6 MEI 1990

Ada pendapat bahwa hubungan kelamin yang dilakukan pada bulan-bulan terakhir kehamilan mengandung risiko besar. Seperti anak dapat lahir sebelum waktunya atau dapat terjadi infeksi cairan ketuban.

Walaupun tidak selalu, hubungan kelamin dapat menyebabkan terjadinya orgasme (titik kepuasan) pada ibu. Pada saat orgasme ini, rahim akan ikut berkontraksi secara berirama dengan tenggang waktu 0.8 detik. Semakin sering hubungan kelamin itu dilakukan, kemungkinan terjadinya orgasme akan semakin besar dan akan semakin sering jugalah "rumah" si janin terguncang-guncang akibat terjadinya kontraksi rahim itu. Itulah sebabnya, janin menjadi tidak betah berdiam di rumah yang sering mengalami gempa ini dan menuntut cepat-cepat keluar.
Bersamaan dengan keluarnya air mani pria, dikeluarkan juga suatu zat yang disebut zat prostaglandin. Walaupun tidak banyak, zat ini juga dapat mengakibatkan terjadinya "gempa" tadi. Mungkin Anda telah mengetahui apa bahayanya bila janin keluar sebelum waktunya atau prematur. Semakin muda usia kandungan, akan semakin besar kemungkinan pembentukan alat-alat tubuhnya belum sempurna betul, dan fungsi alat-alat tubuh itu belum optimal. Maka besar kemungkinan terjadinya cacat bawaan, angka sakit dan angka kematian yang jauh lebih besar daripada bayi-bayi yang dilahirkan cukup bulan.
Masih ada lagi bahaya lain, yaitu infeksi cairan ketuban. Pada saat mengadakan hubungan kelamin, penis lelaki akan mendorong puluhan ribu bahkan jutaan kuman-kuman (yang dalam keadaan normal memang terdapat di dalam dinding vagina), masuk ke dalam rahim, bergerombol pada dinding luar placenta dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada cairan ketuban. Bayi-bayi ini akan dilahirkan prematur dan mungkin segera meninggal karena masuknya kuman-kuman ini ke dalam paru-paru dan aliran darahnya, dan menyebabkan proses peradangan di sana.
Mungkin akan besar manfaatnya menunda keinginan untuk melakukan hubungan kelamin di saat-saat seperti ini. Namun apabila keinginan itu tidak tertunda lagi, pergunakanlah kondom atau bilaslah daerah sekitar vagina dengan cairan antiseptik segera setelah usai.
Tinggi rendahnya frekuensi "hubungan" antara sepasang suami istri dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Di antaranya usia pernikahan, umur kedua suami istri, beberapa penyakit, stamina dan vitalita energi, keadaan gizi dan naluri libido. Semakin lama usia pernikahan biasanya semakin menurun tingkat frekuensi koitus.
Tidak setiap wanita mempunyai suami yang libidonya sama. Ada wanita yang kebetulan suaminya berlibido rendah, sehingga frekuensi "hubungan" mereka juga rendah. Bahkan hubungan tidak terjadi, jika pihak suami tidak mengajak. Artinya keinginan "hubungan" lebih sering datang dari pihak istri. Tetapi tidak sedikit wanita mempunyai libido tinggi sekali, sehingga frekuensi "hubungan" mereka pun tinggi. Ada wanita yang tidak pernah semalam pun baginya berlalu tanpa merasakan degupan jantung suaminya.
Ada sebagian orang yang menganggap bahwa nafsu seks (libido) wanita akan menurun atau bahkan lenyap, jika ia sedang hamil, terutama jika hamil berat. Anggapan ini tidak benar. Secara biologik, adanya darah dalam jumlah banyak pada alat kelamin wanita hamil, biasanya akan menyebahkan meningkatnya keinginan seks. Selain itu, elastisitas dinding vagina pada hamil muda, memberikan stimulasi khusus terhadap suami.
Anda sendiri dapat merasakan hal tersebut pada diri Anda, apakah libido Anda menurun ketika hamil, atau justru semakin bertambah.
Kebanyakan wanita melaporkan bahwa mereka baru dapat menikmati koitus yang lebih sempurna, setelah mereka hamil. sebelum hamil, mereka tidak begitu dapat menikmati seks dengan sempurna. Bahkan mengalami orgasme pun jarang. Tetapi setelah hamil, mereka lebih berhasil mencapai orgasme. Salah satu faktor penyebabnya
menurut sementara penyelidikan ialah karena kedua belah pihak (suami istri) bebas dari perasaan khawatir kalau-kalau hubungan seks yang mereka lakukan akan menghasilkan kehamilan.
Tetapi ada pula wanita yang timbul naluri keibuannya ketika hamil, hal mana menyebabkan ia menekan keinginan seksnya. Tetapi penekanan keinginan seks ini sering tak menyebabkan menurunnya libido.
Selain itu, ada wanita yang percaya akan tahyul, bahwa bayinya akan lemah (setelah lahirnya), jika kepala bayi tersebut terkena alat kelamin ayahnya. Juga ada yang merasa takut keguguran, jika ketika hamil, dilakukan "hubungan".
Pada wanita tertentu, di saat hamil, dinding vagina terlalu lunak untuk berhubungan seks, sehingga kedua belah pihak hampir-hampir tidak merasakan adanya stimulasi. Perasaan menyenangkan menjadi sangat berkurang, sehingga keinginan seks dapat menjadi lenyap karenanya.
Jadi tidak selamanya wanita hamil mengalami peningkatan libido. Ada juga yang menurun dan ada juga yang libidonya tetap seperti biasa, tidak ada perubahan.

Bagi wanita-wanita yang sering miskram atau melahirkan sebelum waktunya (prematur) dan telah sering hamil perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Hubungan seks sebaiknya dibatasi frekuensinya hanya sekali setiap minggu, jika kehamilan telah berusia 5 bulan, dan 3 kali setiap bulan, jika usia kehamilan telah 8 bulan. Setelah usia kehamilan 9 bulan, Anda perlu berusaha memberi suami Anda pengertian agar ia bersabar hingga 40 hari setelah Anda melahirkan.
Posisi bersenggama harus diubah-ubah, sesuai dengan keadaan dan perkembangan kandungan. Kemudian pihak pria harus mengurangi gerakan-gerakan yang keras, sedang pihak wanita sebaiknya jangan turut melakukan gerakan-gerakan.
Stimulasi pads alat genitalia wanita harus dihentikan dan diganti dengan stimulasi-stimulasi pada buah dada. Stimulasi pada buah dada selama hamil bisa merupakan persiapan untuk perawatan bayi. Sebab penyedotan dimaksud memperkuat kulit payudara dan menariknya keluar.
Jika suami Anda membutuhkan koitus di atas batas frekuensi yang wajar, Anda sebaiknya berusaha meredakan ketegangan libidonya dengan jalan melakukan stimulasi terhadap dirinya, sehingga peredaran ketegangan libido dapat dilakukan. Karena menolak permintaannya secara kasar, akan menimbulkan keadaan buruk bagi kehidupan pernikahan anda berdua.
Melakukan hubungan seks ketika hamil memang adakalanya aman.Tetapi ada kalanya menimbulkan bahaya-bahaya tertentu, terutama jika hubungan seks tersebut dilakukan setelah hamil tua.
Keguguran dapat terjadi saat itu. Bayi dalam kandungan, bisa terganggu, terutama jika goncangan-goncangan terlalu keras. Oleh karenanya, koitus sebaiknya dihentikan setelah usia kehamilan di atas 6 bulan. (n).

Kamis, 05 November 2009

KANKER HATI

Mingguan MIMBAR KARYA, 22 April 1990

Yang memberi hasil memuaskan jika kanker didiagnosis dini yaitu ketika kanker baru mencapai ukuran kurang dari 3 cm. Reseksi kanker sebesar ini memberikan peluang 5 tahun bertahan hidup yang mencapai 90%. Jika ukuran kanker sudah mencapai 5 cm, peluang bertahan hidup, 5 tahun hanyalah 65% saja. Selain dengan obat-obat antikanker, pembedahan, dapat pula dengan penyinaran atau kombinasi sinar dengan obat. Tapi tidak semua kasus kanker hati boleh disinar.

Bagaimana mencegahnya?
Kita sudah mengetahui penyebab tumbuhnya kanker hati. Sebagian besar bersumber dari infeksi Hepatitis B, yang cenderung menjadi cirrhosis. Beberapa zat yang bersifat carcinogenic terhadap sel hati juga telah dikenal. Sehingga faktor-faktor tersebut harus disingkirkan dari lingkungan kita. Kita dapat mencegahnya agar tidak tercemar oleh anasir tersebut.
Namun memang tidak selalu mudah, karena apa yang kita makan dan minum sehari-hari tanpa kita sadari, belum tentu telah terbebas dari bahan carcinogenic tersebut, termasuk ganasnya virus Hepatitis tipe B, yang di Asia, betapa dekat dengan lingkungan dan pola hidup kita.
Agar kebal terhadap infeksi virus Hepatitis B, kita dapat melakukan imunisasi dengan vaksin Hepatitis B, sehingga risiko tertular penyakit yang berakhir fatal ini dapat dicegah. Behan-bahan dan zat berbahaya, dengan sadar dapat kita hindarkan, termasuk obat-obatan yang cenderung berpengaruh buruk terhadap jaringan hati. Hal lain dengan memperbaiki pengobatan terhadap Hepatitis B, agar tidak menimbulkan penyulit pada jaringan hati sehingga cenderung menahun, atau berakhir dengan cirrhosis, yang keduanya menjadi dasar dari tumbuhnya kanker hati.

Bagi penduduk yang menanggung risiko yang tinggi untuk tertular penyakit Hepatitis B, perlu melakukan pemeriksaan rutin terhadap kemungkinan tumbuhnya kanker hati. Dengan ultrasonografi dan pemeriksaan adanya alfafeto-protein, kita dapat mendeteksi lebih dini adanya kanker hati ini lebih-lebih pada mereka yang menjadi carier Hepatitis B. Sejak alfafeto-protein positif, dibutuhkan waktu 9 bulan untuk mencapai tumor berukuran 4 cm.
Adanya kanker yang berukuran 3 cm saja sudah dapat dideteksi dengan USG. Pada kelompok penduduk yang berisiko tinggi untuk terkena kanker, sebaiknya memeriksakan pemeriksaan penyaringan sekurang-kuringnya 2-3 tahun sekali (Lihat Tabel 1).
Bagi masyarakat kita yang akrab dengan jenis makanan oncom dan kacang tanah, perlu lebih waspada. Oncom yang terbuat dari ampas kacang atau kacang tanah dapat berjamur yang memproduksi aflatoxin. Kacang tanah yang terasa pahit atau beraroma busuk sebaiknya tidak dilanjutkan memakannya. Demikian pula jika oncom berbau apak. Hal serupajuga untuk peminum jamu. Jamu tradisional, yang dituang ke dalam air panas dapat melihat warna, aroma serta keadaan bubuk jamu. Jika tampak perubahan sifat jamu yang akan diseduh, sebaiknya tidak meminumnya, karena kemungkinan jamu telah tercemar jamur pembuat aflatoxin.***

Tabel 1.Kelompok berisiko yang memerlukan pemeriksaan rutin terhadap kemungkinan kanker hati.
1. semua yang dalam darahnya ada HbsAg, carier berumur lebih dari 40 tahun.
2. Ada anggota keluarga yang pernah terkena Hepatoma, terutama jika berumur di etas 30 tahun
3. Semua wanita yang sudah menopause dengan HbsAg positif sebagai carier
4. Semua penderita dengan cirrhosis hati, atau ada riwayat gangguan hati.
S. Wanita sebagai carier Hepatitis B, dan pemakai pil KB.
6. Mereka yang berkontak dengan bahan atau zat yang carcinogenic terhadap hati.
7. Perokok berat dan peminum alkohol yang HbsAg positif carier

KANKER HATI

Oleh : Dr.Handrawan Nadesul
Mingguan MIMBAR KARYA, 15 Juli 1990

Seorang ayah (48) dari 3 anak, kemarin mendadak muntah darah. Tidak jelas bagaimana mulanya, sehabis makan malam, ia pergi ke belakang, dan di sana muntah darah hampir semangkuk penuh. Darahnya segar dan sang ibu menjadi sangat panik.
Ayah selama ini tak pernah batuk-batuk. Begitu mulanya pikir anaknya yang tertua. Waktu muda, ayah juga tak pernah mengidap TBC atau penyakit paru yang lain.
Ketika ditanya, si ibu hanya melihat belakangan ini sang ayah semakin pucat saja. Selera makannya kendur dan saluran pencernaannya kerapkali terganggu. Si ibu mulai menitikkan air mata ketika teringat, betapa berat kerja sang ayah selama ini. Ia tak mengenal lelah. Tak ada waktu istirahatnya barang sedikit. Melihat sang ayah tersungkur, semua semakin terharu. Sang ayah mengidap gangguan hati.

Kanker Hati
Ya, benar. Sang ayah mengidap kanker hati primer. Ini diketahui dari hasil foto scanning pada hati, biopsi hati dan harapan kesembuhan kecil sekali. Konon sudah menyebar.
Muntah darah cuma salah satu gejala kerusakan hati yang agak lanjut. Ada bendungan aliran darah yang ke hati, dengan akibat tekanan pada pembuluh balik sistem pembuluh darah hati, meninggi. Peninggian ini diderita pembuluh balik di sekitar kerongkongan, di dubur, di rongga perut, sekitar pusat di samping dalam hati sendiri. Manifestasinya berupa varices, yang suatu saat siap menjadi pecah. Dan muntah darah menunjukkan adanya pembuluh balik di sekitar kerongkongan yang pecah. Darah segar merupakan petunjuk bahwa darah berasal dari pembuluh balik itu, dan bukan dari lambung atau paru-paru. Darah dari lambung berwarna kehitaman dan bercampur sisa makanan. Darah dari paru-paru dapat segar tapi bercampur buih atau dahak dan jumlahnya tak sebanyak muntah sang ayah.
Kanker hati primer bersumber dari hati sendiri. Entah apa penyebabnya yang pasti, belum jelas benar. Namun sebagian besar berasal dari penyakit hati cirhosis hepatis dan sebagian lagi dari racun bernama aflatoxin yang dijumpai dalam kacang-kacangan berjamur.
Di Amerika kanker hati primer hanya 2% dari
seluruh keganasan yang ada. Tapi di negara-negara Asia-Afrika, mencapai 30% dari keganasan. Pria 4 kali lebih sering daripada wanita. Umur sasaran terbanyak pada kelompok usia antara 50-60 tahun.

Cirrhosis Hepatis
Hampir sebagian besar kanker hati bermula dari cirhosis hepatis. Penyakit hati menahun ini sudah sejak lama dikenal. Baru dalam 3 dekade terakhir muncul pandangan baru tentang kerusakan hati yang menyeluruh ini. Terjadi perubahan, kematian dan kerusakan sel hati yang terjadi menyeluruh.
Dikenal 3 jenis cirhosis. Gizi buruk, infeksi virus hepatitis, keracunan makanan/obat/zat kimia tertentu, infeksi parasit atau penyakit metabolisme, dituduh sebagai faktor penyebabnya.
Proses cirhosis berjalan perlahan-lahan, menahun, dan sangat progresif. Selama ini penderita hampir tanpa keluhan yang berarti. Paling-paling hanya mengeluh mual-mual, lesu lemah, dan lekas lelah, kadang-kadang saja demam ringan. Gejala serupa ini jarang mendorong penderita untuk pergi berobat. Sebagian besar penderita datang jika sudah terjadi komplikasi perdarahan, berupa batuk darah seperti sang ayah di atas, berak darah atau perut membuncit tiba-tiba. Ini semua tanda fungsi hati sudah sangat menurun. Tekanan darah sistem pembuluh hati meninggi dan fungsi hati menurun.
Di samping kemungkinan muntah darah dan berak darah, juga dapat tampak bayangan pembuluh darah menyerupai kepala berular (Caput Medusas), di sekitar pusat, hemorhoid atau burut pada pria, karena terisinya cairan dalam kantung buah zakar.
Perut yang membuncit tiba-tiba mencerminkan rendahnya kadar protein albumin yang diproduksi hati untuk mengikat cairan darah sehingga banyak cairan terlepas dari darah dan tertimbun dalam jaringan longgar, yaitu di rongga perut maka muncullah ascites alias perut membuncit berisikan cairan.
Penderita kelihatan pucat karena kekurangan darah, timbunan cairan pada tungkai, gejala kuning dapat muncul atau tidak, buah zakar yang menciut, tumbuhnya payudara pada pria (ginekomastia), karena estrogen darah meninggi akibat fungsi hati yang menurun. Gejala-gejala akhir berupa gangguan otak sampai coma, akibat keracunan amonia yang tinggi dalam darah. Ini terjadi karena fungsi penyaringan hati yang sudah tiada.
Pada tahap awal hati membengkak, kemudian berangsur-angsur menciut dan mengeras. Ini khas pada cirhosis dan untuk memastikannya dapat dilakukan biopsi atau pengambilan jaringan hati dengan jarum khusus.
Kerusakan hati lain dapat pulih sendirinya, namun oleh cirhosis kerusakan takpulih dan malah progresif. Itulah mengapa kesembuhan jika sudah cirhosis sukar diharapkan. Pengobatan hanya bersifat mengurangi progresivitas penyakitnya dengan makan bergizi, vitamin B kompleks dan mengatasi gejala serta komplikasi yang ditimbulkannya, di samping harus istirahat.
Tindakan bedah untuk mengatasi bendungan di hati, takkan meredakan proses kerusakan hati yang terus menerus. Dan kerusakan yang tak mungkin dipulihkan ini lebih sering berakhir dengan kematian, yang biasanya akibat komplikasi muntah darah.

Aflatoxin si Algojo
Racun aflatoxin dihasilkan jamur aspergilus flavus atau penicilinum. Biasanya tumbuh pada kacang-kacangan di seluruh dunia. Di beberapa negara ditemukan pada beras, jagung, kopi, kedelai, kentang, coklat, kopra, gandum, keju, susu, biji kapas, dan ubi kayu.
Bahan makanan tersebut, bila sistem penyimpanan setelah dipanen kurang memenuhi syarat, akan mengundang tumbuhnya jamur tersebut. Bahan makanan berjamur yang dimakan akan berpengaruh buruk terhadap hati, pada hewan maupun manusia.
Aflatoxin racun yang sangat kuat. Ia juga dapat merusak ginjal dan anak ginjal, di samping kesenangannya menyerang hati. Sel hati menjadi rusak, jika dosis tinggi diberikan. Namun jika dosis rendah untuk jangka waktu yang lama, maka akan menumbuhkan kanker hati primer.
Di Indonesia telah terbukti, bahwa kacang tanah, tembakau, oncom, minyak kacang dan jamu dapat mengandung aflatoxin yang berkadar cukup tinggi. Pada manusia dapat menjadi penyebab cirhosis hepatis. Dan hubungan yang sangat erat antara

aflatoxin dengan kanker hati primer di Indonesia, terbukti positif.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa peminum jamu yang telah puluhan tahun cenderung untuk kena kanker hati primer dan atau cirhosis sendiri. Hal yang sama juga pada pemakan oncom yang teratur 3 kali seminggu selama 40-50 tahun. Oncom hitam lebih pekat kandungan aflatoxinnya dibanding tempe atau oncom merah.

Nyeri di Uluhati Kanan Atas
Keluhan utama penderita kanker hati, berupa rasa nyeri di daerah uluhati kanan atas, persis di sekitar lengkung rusuk kanan. Rasa nyeri timbul jika dilakukan penekanan di daerah tersebut. Dapat juga timbul selama dalam pergerakan, sehingga menggerakkan hati yang membesar.
Jika keluhan di atas dihiraukan, penyakit baru diketahui setelah komplikasi muncul. Seperlima kasus akan ascites atau membuncitnya perut, di samping gejala dan tanda yang menyerupai cishosis.
Kanker hati dapat berasal dari set hati atau dari saluran empedu atau campuran keduanya. Namun tersering berasal dari set hati (hepatoma), 80 - 90%.
Dengan foto scan tampaK adanya proses keganasan dalam hati. Biopsi sendiri dapat saja menafsir negatif palsu, jika pengambilan jaringan tidak tepat pada lokasi keganasannya.
Pada orang muda, jika prosesnya belum luas, dapat dilakukan pembuangan bagian hati yang berkanker. Tapi jika sudah meluas, perlu transplantasi hati. Dan hampir tanpa harapan jika keganasan sudah beranak sebar. Perjalanan penyakit demikian cepat. Dalam 6 bulan ia merenggut kita. Kanker hati sekunder berasal dari organ lain atau cirhosis. Di Amerika kanker hati sekunder 20 kali lebih banyak daripada yang primer. Organ hati itu sangat rentan terhadap anak sebar kanker dari organ lain, karena ukurannya yang besar, jumlah darah yang melaluinya cukup besar pula dan adanya penyerapan dari dua pembuluh darah besar di sana.
Kita tahu, penyebab penyakit kuning terbanyak itu virus hepatitis A, B dan non A non B. Virus B lebih sering menjadikan penyakit kuning berlanjut menjadi menahun. Yang menahun ini dapat jinak, dapat pula ganas atau beralih menjadi cirhosis atau malah kanker hati. Konon lebih kurang 80% kanker hati sekunder bermula dari virus hepatitis B ini. Lebih dari 30 kasus baru kanker hati sekunder setiap tahun per 100.000 penduduk di Asia Afrika atau kira-kira terjadi 250.000 kasus baru, kanker hati sekunder setiap tahunnya di negara-negara Asia - Afrika.

Hepatitis Virus B Pada Kehamilan

Harian SUARA KARYA, 21 September 1989

Hepatitis adalah suatu radang pada hati (hepar), di mana penyebabnya dapat karena zat-zat racun, obat-obatan, bakteri, maupun virus. Dari beberapa penyebab di atas, hepatitis karena virus (terutama virus B) yang menonjol akhir-akhir ini. Hepatitis virus terutama Hepatitis virus B memerlukan perhatian lebih karena selain menular, perjalanan penyakitnya dapat menjadi menahun (khronis) dan hepatitis virus B dapat berkembang menjadi Cirrhosis maupun Carcinoma hepatocellulair. Selain itu dapat menjadi pengidap (carrier), terutama hepatitis virus B penderita ini menjadi sumber penularan yang tidak disangka dan bila pada wanita hamil maka bayi yang dilahirkan dapat tertular. Juga dapat berkembang menjadi hepatitis fulminan yang sangat ditakuti karena menyebabkan kematian yang tinggi. Menurut WHO (1983) dilaporkan untuk hepatitis B tahun 1983 di seluruh dunia tercatat 170 juta pengidap virus Hepatitis B.
Hepatitis virus pada kehamilan Trimester I dan II mempunyai tanda dan gejala yang sama dengan hepatitis virus pada wanita tidak hamil. Tetapi pada hamil Trimester III hepatitis menjadi lebih berat dan kejadian hepatitis fulminan meningkat disertai kematian yang tinggi. Ini terjadi karena, kekurangan protein pada kehamilan Trimester III. Hepatitis pada kehamilan menaikkan kejadian persalinan kurang bulan dan kematian janin, serta menaikkan kematian ibu.
Komplikasi lain adalah terjadinya pendarahan pasca persalinan karena gangguan faktor penggumpalan darah. Hepatitis virus dapat ditularkan pada janin segera setelah lahir dan dalam kandungan walaupun kejadiannya kecil. Hal ini dapat menyebabkan pengidap pada bayi yang dilahirkan dan dapat berkembang menjadi Hepatitis khronik, Carcinoma hepar maupun Cirrhosis.

Penularan Penyakit Hepatitis Virus B
Dahulu infeksi virus Hepatitis B diduga hanya dapat ditularkan dengan pemindahan serum yang infeksius lewat kulit/suntikan. Oleh karena itu penyakit ini disebut Hepatitis serum. Ternyata sekarang terbukti bahwa infeksi virus Hepatitis B dapat ditularkan lewat kulit maupun bukan lewat kulit.
I. Penularan Lewat Kulit
Yang perlu ditekankan di sini virus Hepatitis B tidak dapat menembus kulit yang utuh, sedangkan infeksi dapat terjadi bila:
a. Kulit tertembus oleh tusukan jarum atau alat-alat lain yang tercemar bahan infeksius.
b. Kontak antara bahan yang infeksius dengan kulit yang mengalami kerusakan.
Cara penularan lewat tusukan yang jelas adalah meliputi suntikan, transfusi darah, operasi, tusuk jarum, pembuatan tatoo, hemodialisis, dan meliputi gigitan serangga pengisap darah.
Cara penularan tanpa tusukan kulit yang jelas adalah melalui lesi atau kelainan kulit yang dapat berbentuk goresan atau abrasi atau keradangan pada kulit. Yang kemudian mengalami kontak dengan bahan infeksius.
II. Penularan Melalui Mukosa (Selaput Lendir)
Menurut Francis DP dkk (1981) bahwa mukosa yang dapat menjadi tempat masuknya kuman/virus adalah mukosa mulut, mata, hidung, saluran makanan bagian bawah dan alat kelamin. Salah satu cara penularan melalui mukosa yang sering terjadi adalah melalui hubungan kelamin.
III. Penularan Pada Bayi
Cara penularan ini yaitu penularan virus Hepatitis B dari ibu hamil kepada anak yang dikandungnya yang terjadi sebelum persalinan, pada saat persalinan atau segera setelah persalinan. Cara penularan ini dapat terjadi pada ibu hamil dengan infeksi Hepatitis B akut, terutama pada trimester terakhir, tetapi dapat pula terjadi pada ibu hamil pengidap HBsAg.
Adapun mekanisme penularan pada bayi ada beberapa macam:
a. Penularan melewati tali pusat/plasenta.
b. Penularan dengan cara kontaminasi darah ibu selama persalinan.
c. Penularan dengan cara fecal oral selama nifas atau awal pasca persalinan.
d. Penularan melalui air susu ibu.

Keadaan Hati Pada Kehamilan
Pada kehamilan sehat, hati tidak mengalami perubahan secara anatomis. Tetapi terjadi perubahan faal dari hati. Perubahan faal tersebut antara lain pada fungsi ekskresi sehingga terjadi cholestasis ringan dan penurunan sintesa protein. Selain itu juga terjadi perubahan mikroskopis pada hati meskipun tidaklah khas.
Pada Hepatitis virus B fakta-fakta yang ada memberi kesan bahwa kelainan hati oleh karena reaksi imunologis dari tubuh penderita terhadap sel-sel hati yang terinfeksi virus Hepatitis B. Puncak reaksi imunologis dengan terjadinya kematian (nekrosis) sel-sel hati, bila reaksi imunologis tersebut tidak ada justru akan terjadi pengidap sehat yang mempunyai kemampuan menularkan kepada orang lain.
Pada kehamilan perjalanan penyakit infeksi Hepatitis virus tidak berbeda dengan wanita tidak hamil. Juga semua jenis virus Hepatitis dapat menginfeksi wanita hamil, tetapi dikatakan pada kehamilan infeksi virus Hepatitis B lebih sering. Hepatitis virus akut yang terjadi pada trimester pertama dan kedua tanda dan gejala tidak berbeda dengan Hepatitis virus pada wanita tidak hamil. Tetapi infeksi pada trimester III memberikan tanda dan gejala yang lebih berat bahkan sering menyebabkan Hepatitis fulminan dengan kematian yang tinggi. Beratnya hepatitis virus pada trimester ketiga banyak yang mengatakan disebabkan karena malnutrisi khususnya defisiensi protein.

Pencegahan
Untuk pencegahan Hepatitis virus dikenal beberapa macam cara yaitu mencegah kontak dan imunisasi. Mencegah atau mengurangi penularan virus Hepatitis antara lain dengan cara:
a. Memperbaiki higiene dan sanitasi.
b. Penyaringan donor darah.
c. Sterilisasi alat-alat kedokteran yang kena virus Hepatitis.
d. Mencegah kontak intim dengan penderita atau pengidap.
e. Mencegah kontak dengan barang-barang yang infeksius.
Imunisasi yang terkenal saat ini adalah imunisasi aktif dengan menggunakan vaksin. Vaksin yang telah dipakai secara luas dan aman adalah vaksin untuk Hepatitis virus B sedangkan untuk Hepatitis virus yang lain belum ditemukan vaksinnya. Imunisasi aktif ini dimaksudkan untuk pencegahan bila masuknya virus dalam tubuh belum terjadi ("pre exposure"). Vaksin diberikan secara suntikan intramuskuler pada otot lengan atas (Deltoid) sebanyak tiga kali, dimana suntikan kedua diberikan satu bulan setelah suntikan pertama dan suntikan ketiga diberikan enam bulan setelah suntikan pertama.
Daya perlindungan dari vaksinasi timbul setelah terbentuk antibodi (anti-HBs). Antibodi ini mencapai kadar yang cukup tinggi setelah suntikan ketiga. Kadar akan menurun pada tahun berikutnya tetapi tidak menghilang dan akan naik lagi bila ada infeksi secara alamiah. Imunisasi ulangan diberikan sesudah lima tahun dan bila memang diperlukan.
Hepatitis virus pada kehamilan mempunyai kecenderungan menjadi lebih berat daripada penderita lain sehingga perlu perawatan di rumah sakit.
Menyusui bayi (pemberian air susu ibu) sebaiknya dihindari karena dapat terjadi penularan pada bayi yang disusui.
Hepatitis virus pada kehamilan tidak merupakan indikasi untuk terminasi kehamilan. Akan tetapi bila terjadi kegagalan hati berat (adanya ascites, perdarahan atau coma hepaticum) maka dianjurkan untuk terminasi kehamilan.
(Drs.Med Boedi Siswantoro)

Cokelat dapat Membuat Kecanduan

Mingguan MIMBAR KARYA, Minggu IV September 1996

Di Laboratorium di seluruh Amerika Serikat para ilmuwan mencoba-coba berbagai macam ramuan mencari campuran bahan-bahan istimewa cokelat (chocolate bar) tanpa lemak (fat) untuk memuaskan pencinta cokelat tetapi takut gemuk.
Para peneliti itu, dipacu oleh perkembangan konsumen yang menyadan risiko terlalu banyak memakan makanan berlemak, bekerja keras mengurangi kandungan lemak dalam permen cokelat dan mungkin juga membuat batang cokelat tanpa lemak sama sekah.
Separuh wanita yang disurvai dalam buku Why Women Need Chocolate tahun 1995 berpendapat cokelat lebih penting dari pada seks. Sayangnya ketakutan menjadi gemuk karena memakan cokelat dengan kandungan lemak yang tinggi itu, mengabaikan kenikmatan dari mereka berpantang cokelat.

Rendah Lemak

Beberapa bulan yang lalu pencinta cokelat yang takut terlalu banyak lemak mendapatkan kesempatan menikmati lagi cokelat jenis baru dengan kandungan lemak rendah dan pembuatnya menikmati keuntungan dari penjualan awal itu.
M&M/Mars, perusahaan pembuat cokelat terkenal, meraup hasil penjualan cokelat rendah lemak buatan mereka, Milky Way Lite, hingga 22 juta dollar AS. Pembuat cokelat lainnya Hershey Foods dan produk cokelat rendah lemaknya Sweet Escape menghasilkan 17 juta dollar AS. Demikian diungkapkan oleh Information Resources Inc, perusahaan survai pasar di Chicago.
Pembuat cokelat, khawatir diasingkan orang Amerika yang menurut perkiraan Asosiasi Pabrik cokelat membelanjakan uang 11 milyar dollar tahun lalu dengan rata-rata satu orang memakan lima kilogram cokelat, takut tidak berhasil dengan formula cokelat istimewa itu. Rupanya produk cokelat rendah lemak berhasil menarik kembali sebagian penggemar yang sudah lama berpantang cokelat.
Wanita berumur belasan tahun sampai 40-an tahun yang meninggalkan cokelat karena lemak dan kalori tinggi adalah pembeli utama Milky Way Lite, menurut Marlene Machut, manajer urusan luar negeri M dan M / Mars begitu baiknya penjualan produk baru itu hingga melipatgandakan proyek penjualannya tahun ini. Sedangkan menurut Herhey Foods produk cokelat rendah lemaknya menolong mereka mencapai penjualan tinggi kwartal kedua tahun 1996 ini.
Keberhasilan itu Schneider, penerbit dan redaksi majalah Chocolation magazine yang menilai orang Amerika memakan banyak makanan tanpa lemak di dunia dan mereka juga memiliki pinggang yang lebar.
Usaha menciptakan cokelat enak rasanya tanpa lemak masih jauh itu, "Kami sendiri mencoba mencari coklat bebas lemak," kata Machut. "Sangat sangat sulit sekali dicapai," kata Machut.
Mengapa pengetahuan kimia modern saat ini tidak memberikan lebih banyak kemajuan? Padahal pembuat es krim dan kue membuat langkah jauh setahun atau dua tahun terakhir ini dalam pengembangan produk lezat mereka tanpa lemak.

Caranya

Teoritis kemungkinan menciptakan coklat batangan tanpa lemak, menurut para ahlinya, terutama dengan mengurangi atau mencari alternatif pengganti lemak cokelat (cocoa Butter) yang berfungsi sebagai pengikat bahan campuran cokelat, termasuk bubuk cokelat dan gula.
Salah satu cara ialah dengan mengurangi ruang antar butiran bahan coklat itu, bagaikan bola basket dimuat dalam satu ruangan kata Gregory Ziegler, guru besar ilmu pangan dari Penn state University yang meneliti cara itu. Jika bola-bola basket itu bisa dikurangi ukurannya sampai sebesar bola tenis atau bola golf maka bahan bubuk itu membutuhkan lemak lebih sedikit untuk mengikatnya.
Untuk membuat coklat tanpa lemak sama sekali, maka para ahli kimia itu harus mengganti cocoa butter dengan pengikat tanpa lemak. Es krim lebih berhasil menggunakan bahan bebas lemak karena air yang membeku bisa menirukan rasa yang diberikan cokelat itu mencair di dalam mulut "Esensi rasa enaknya cokelat ketika mulut merasakannya dan rasa itu muncul dari lemak cokelat," kata Kathy Kempke, analis pasar dari Grace Cocoa Chocolate Americas, Milwaukee.
Kalaupun para ahli klmia itu berhasil mendapatkan pengganti Cocoa butter bebas lemak, sejumlah ahli meragukan bisa berhasil memuaskan penggemar cokelat, karena tubuh mereka yang sudah terkondisi sejak masih kecil bagaimana sensasinya cokelat tetap mengharapkan cokelat penuh lemak yang menyediakan kalori pada tubuh, yang pada dasarnya hanya dalam waktu singkat itu. "Otak membuat kita menyukai cokelat karena lemaknya," kata Dr. Linda Battoshuk, ahti organoleptik dari Yale University School of Medicine, "jika lemaknya mengetahuinva," kata Barroshuk menjelaskan.

Kecanduan

Mungkin usaha para ilmuwan itu mencari pengganti lemak cokelat dengan masih tetap memuaskan penggemar cokelat bisa gagal jika mereka memperhitungkan hasil penelitian Prof Daniele Piomelliti dan rekan-rekannya dari Neorosciences Insitute di San Diego yang menyimpulkan coklat membuat yang memakannnya menjadi kecanduan.
Piomelli dan rekan -rekannya melaporkan temuan mereka dalam jurnal sains Nature akhir Agustus 1996. Mereka menemukan bahan kimia lainnya dalam cokelat yang bersifat ketagihan. Kerja bahan kimia itu seperti efek cannabis atau hemp atau meriyuna pada otak.
Mereka mencari adanya sejenis molekul golongan anandamide karena anandamide adalah lipida otak atau lemak Cokelat asli meneandung lemak tinggi. Menurut mereka anandamide bertindak bagaikan neurotranmitter, bahan kimia yang membawa sinyal antara sel otak.
Dalam cokelat hitam mereka menemukan tiga versi anandemide yang masuk dalam golongan N-acylethanomines. Mereka memperkirakan tiga bahan itu bisa meniru efek psikoaktif cannabis pada otak, secara langsung dengan mengaktifkan reseptor dalam sel otak yang bereaksi pada cannabis atau secara tidak langsung meningkat jumlah anandemide.
"Obat-obatan cannoboid diketahui mempertinggi sensitivitas dan menimbulkan perasaan senang. Efek yang mungkin timbul dari meningkatnya jumlah anandamide bisa menjelaskan mengapa menimbulkan kecanduan,'" demikian tulis mereka.
Sebelum itu penelitian menjelaskan daya pikat coklat terpusat pada phenylethylamine. Ampehtamine sejenis bahan kimia atau obat yang mirip dengan andrenalin yang meningkatkan tekanan darah, dan membuat yang memakannya lebih segar atau kadang merasa senang. Sejumlah penelitian juga membuktikan amphetamine diproduksi ketika seseorang jatuh cinta.
Mencari formula cokelat tanpa lemak yang bisa memuaskan pecandunya semakin sulit, karena cokelat batangan selain mengandung N-acylethanolamines juga mengandung kafien yang dikenal dengan nama theobromine. selain itu, cocoa butter mencair pada suhu badan artinya cokelat murni asli mencair di mulut dan memberikan sensasi yang sangat nikmat.
Mungkin satu waktu cokelat juga akan dilarang karena menjadi makanan yang membuat kecanduan dan termasuk makanan tidak sehat karena menggemukkan.
(KPS).