Laman

Selasa, 15 Maret 2011

Penyebab Demam Dan Pertolongan Pertama Pada Demam

Demam dapat merupakan pertanda reaksi tubuh terhadap kemungkinan suatu penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit yang tergolong berat. Demam akan menguras kalori dalam tubuh dan merusak jaringan tubuh. Serta berkurangnya cairan tubuh akibat keluarnya keringat sebagai suatu mekanisme pengaturan suhu tubuh. Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 370C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan,

Demam adalah reaksi tubuh terhadap infeksi dan kondisi sakit lainnya. Saat demam, suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari suhu normal (36-37 derajat Celcius) bila diukur dengan termometer yang diletakkan di lidah atau anus. Kenaikan suhu tubuh berguna untuk menolong infeksi.

Penyebab demam bervariasi, bisa karena infeksi virus (influenza), infeksi bakteri (tifus), atau karena efek samping dari imunisasi atau obat-obatan tertentu. Menurut dr. Hinky, demam ringan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, tanpa perlu obat.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan pada demam adalah :


1. Beri minum air putih yang banyak pada penderita demam


2. Berikan parasetamol


3. Kompres dengan air dingin


Lihat perkembangannya, setelah beberapa saat panasnya masih tinggi, segera Anda bawa ke Dokter, bilaperlu sebelumnya Anda cek keadaannya untuk melihat apakah ada luka atau penyebab lainnya yang membuat dia demam.


Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

penyebab demam (57), demam (10), sebab demam (4), pertolongan pertama pada demam (4), APA PENYEBAB DEMAM (3), pertolongan pertama demam (2), pertolongan pertama terhadap penyakit (1), pertolongan pertama pada penyakit tifus (1), pertolongan pertama pada penderita demam (1), pertolongan pertama pada orang demam (1)

Artikel Penyebab Demam Dan Pertolongan Pertama Pada Demam ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Manfaat Dan Khasiat Dari Makan Dan Minum Madu

Siapa yang tidak kenal dengan si makanan yang manis ini. Ciri khasnya yang manis dan juga warnanya yang keemasan membuatnya dikenal dengan berbagai orang. Seiring dengan perkembangan sekarang Madu sudah digunakan untuk dicampurkan dengan berbagai makanan dan juga minuman yang sering tersedia di aneka jajanan jalanan. Tapi rata-rata setiap orang yang menyantab Madu tidak mengetahui khasiat dari Madu itu sendiri. Madu hanya dijadikan makanan tambahan ataupun bahan pelengkap.

Tapi bagi yang tahu khasiat dan kegunaan dari Madu akan menyantapnya setiap hari. Madu juga sering dijadikan bahan pelengkap pada ramuan jamu. Sebenarnya madu juga memiliki efek positif yang baik bagi perkembangan kondisi seseorang. Untuk lebih jelasnya tentang khasiat dari madu dan juga apa saja yang dapat dilakukan madu pada badan kita, mari kita lihat pembahasannya di bawah ini.

Khasiat dari madu antara lain adalah dapat menyembuhkan penyakit dari penderita saluran pernafasan seperti bronchitis, asma dan sinusitis ini terbukti dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian ini menemukan manfaat madu yang mempunyai sifat bakterisid, anti-alergi, anti-radang dan pengencer dahak/ obat batuk yang kesemuanya memperbaiki ketahanan tubuh dan memperbaiki sel-sel rusak yang sedang ataupun setelah diserang penyakit.

Khasiat dari madu juga telah dikenal sejak jaman Mesir Kuno . Bahkan Ratu Cleopatra telah menggunakan untuk merawat kesehatan dan kecantikannya. Namun kebanyakan di zaman sekarang madu hanya digunakan untuk keperluan kekebalan tubuh dan juga stamina. Jika madu digunakan lebih jauh, mungkin akan ditemukan kelebihan-kelebihan yang lain yang belum diketemukan sekarang.

Untuk Anda yang berada di usia lanjut juga dapat menggunakan Madu sebagai pembangkit stamina dan membuat kondisi badan Anda sehat dan kebal dari penyakit, karena untuk orang yang sudah berusia lanjut rentan sekali terkena virus yang dapat mengakibatkan penyakit pada tubuh.

Manfaat lain dari madu adalah madu dapat mengurangi Resiko Penyakit Jantung, Mencegah Amputasi pada pasien Penyakit Jantung, dan juga untuk gairah.

Jadi, untuk kesehatan Anda dapat mengkonsumsi madu untuk kesehatan Anda.

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

madu untuk orang diet (1), makanan menggunakan madu (1), manfaat minum madu setiap hari (1), wwkegunaan minum madu (1)

Artikel Manfaat Dan Khasiat Dari Makan Dan Minum Madu ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

4 Hal Yang Harus di Jaga Agar Penampilan Anda Tetap Muda

Bintik hitam, rambut beruban, dan keriput merupakan tanda-tanda penuaan mulai muncul. Itu memang peristiwa alami seiring pertambahan usia. Namun, ada hal-hal yang membuat penuaan muncul lebih cepat dari usia sesungguhnya.

Berikut 4 hal yang bisa membuat penampilan Anda terlihat lebih tua:


1. Lingkar hitam mata


Lingkaran hitam yang biasanya muncul di sekitar mata membuat Anda terlihat layu dan terkesan lebih tua. Ahli bedah kosmetik dari Chicago, Carolyn Jacob, MD menyatakan bahwa selain akibat gaya hidup yang buruk, beberapa wanita memiliki pigmen tambahan di bawah mata yang memunculkan semburat hitam. Ada juga yang memiliki pembuluh darah menonjol berwarna keunguan yang bisa mengganggu penampilan.


Tapi, sebuah trik riasan bisa membantu. Carmindy, make up artis TLC’s menyatakan, ”Hindari concealer berat, cobalah brightener pink ringan. Ini bisa memberi menumbuhkan cahaya di bawah mata, dan membuat Anda terlihat jauh lebih muda,” kata Carmindy.


2. Kulit telinga kendur


Kebanyakan wanita senang menggunakan anting-anting dengan bobot lumayan berat. Tanpa sadar, ini menyebabkan lubang anting menjadi longgar dan kulit telinga terlihat mengendur.


Christopher Harmon, MD, seorang dokter kulit di Birmingham, menyarankan agar tak menggunakan anting dengan beban berat setiap hari. Ingat, jaringan telinga merupakan salah satu bagian tubuh yang sulit dikencangkan dengan olahraga layaknya bagian tubuh lainnya.


3. Kaki bengkak atau timbul banyak urat


Menggunakan hak tinggi, sandal jepit, dan berjalan dengan alas kaki berhak atau sepatu yang tak nyaman selama bertahun-tahun bisa membuat kaki terutama ibu jari kaki membengkak. Jika dibiarkan hal ini bisa menimbulkan peradangan.


Colleen Schwartz, DPM, ahli penyakit kaki di Pleasanton, CA, sekaligus juru bicara American Medical Association Podiatric mengatakan, kondisi itu umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan otot. Untuk mengatasi keluhan, cobalah latihan penguatan kaki seperti pilates atau yoga. Yang terpenting adalah memikirkan kembali jenis alas kaki yang cocok untuk setiap aktivitas.


4. Alis botak


Kebiasaan mencabuti bulu alis justru bisa membuat pertumbuhannya semakin terganggu. Harmon mengatakan, tanpa dicabut, pertumbuhan alis akan semakin menipis seiring bertambahnya usia. Jika saat ini Anda memiliki alis penuh, hindari overplucking. Tetapi jika Anda sudah mulai kehilangan volume, trik riasan adalah solusi terbaik Anda



Artikel 4 Hal Yang Harus di Jaga Agar Penampilan Anda Tetap Muda ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Jumat, 11 Maret 2011

Investasi Dalam Pendidikan

Pertama-tama investasilah dalam pendidikan.

(Robert T. Kiyosaki)

Dikatakan oleh Robert T. Kiyosaki bahwa kita mempunyai kekuatan pilihan tentang apa yang kita letakkan dalam otak kita. Apabila sebagian besar waktu kita gunakan untuk hal-hal yang penting maka kita akan menghasilkan hal-hal yang penting. Apabila sebagian besar waktu kita curahkan untuk hal-hal yang tidak penting, maka kita akan mendapatkan hal-hal yang tidak penting juga. Kita bisa memilih melihat TV sepanjang hari (sinetron sepanjang hari) atau menghadiri kelas perencanaan finansial, bisakah anda bayangkan bila kita mencurahkan waktu 2000 jam setahun (waktu yang sangat banyak) untuk menonton film kartun, jadi apakah kita?….(seperti kartun!!).

Dalam kenyataannya, satu-satunya Aset Nyata yang kita miliki adalah pikiran kita, alat yang paling kuat dan melekat di diri kita. 90% penduduk membeli TV tapi hanya 10% yang membeli buku, kaset-kaset tentang investasi. Kebanyakan orang lebih memilih membeli investasi daripada berinvestasi lebih dulu dalam belajar cara berinvestasi.


Robert Kiyosaki menginvestasikan US$ 385 untuk mengikuti seminar 3 hari tentang bagaimana membeli real estate tanpa uang muka sama sekali di tahun 1973, dan seminar itu menghasilkan US$ 2 juta. Dan karena satu seminar tersebut, Robert Kiyosaki tidak perlu bekerja selama sisa hidupnya. Rata-rata orang kalau ditanya mana yang menghasilkan uang lebih banyak? Leher keatas atau leher kebawah? Sebagian besar menjawab leher keatas, tapi ketika mereka ditanya berapa besar dana, waktu, tenaga, pikiran yang dicurahkan untuk investasi leher keatas, mereka bilang sangat sedikit atau tidak pernah sama sekali.


Saya pribadi terus investasi (beli buku, kaset, seminar) untuk terus meningkatkan diri dan merupakan komitmen pribadi untuk constant and never ending improvement. Buku yang paling mahal yang pernah saya beli, satu buku harganya US$400, dari buku ini menghasilkan puluhan ribu dollar dan masih berlanjut. Seminar paling mahal yang pernah saya hadiri adalah US$ 13.500, dari seminar ini merubah semua arah dari hidup saya, dan menghasilkan ratusan ribu dollar dan masih berlanjut.


Apabila anda ingin merubah hidup, ada 2 hal yang akan merubah hidup anda, yaitu :



  1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.

  2. Siapa yang kenal kita.



Untuk penjelasan kedua, siapa yang kenal kita, akan dibahas dalam tips selanjutnya. Saran saya segera mulai investasi dalam pendidikan ! Sekarang!


Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

INVESTASI DALAM PENDIDIKAN (4), investasi pendidikan (3), www koharonline com (2), definisi investasi untuk anak anak setingkat sma (2), motto dalam pendidikan (1), peluang bisnis dalam pendidikan (1), pengertian investasi pendidikan (1), pola investasi pendidikan di sekolah menengah (1), seminar investasi real estate (1), seminar membangun karakter anak didik (1)

Artikel Investasi Dalam Pendidikan ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Sabtu, 19 Juni 2010

Mendeteksi Karsinogenik

Mendeteksi Karsinogenik
Oleh
M. Denny Fardhan
Mingguan MIMBAR KARYA, Minggu IV Juni 1996
Istilah Karsinogenik semakin sering kita dengar, dan biasanya ini dihubungkan dengan berbagai macam zat kimia. Zat-zat kimia tertentu memang dapat menyebabkan atau merangsang timbulnya kanker, tapi jangan gegabah menganggap semua zat kimia dapat menyebabkan kanker.
Memang benar, bahwa semua zat kimia dapat menjadi racun bagi tubuh bila jumlahnya terlalu banyak. Namun apabila zat kimia ini dalam jumlah yang tepat dan dalam komposisi yang besar, maka zat kimia akan merupakan bahan yang sangat berguna bagi tubuh. Jadi tidak semua zat kimia dapat dianggap sebagai zat Karsionogenik. Hanya zat-zat kimia tertentu saja yang memang terbukti merupakan penyebab kanker.
Zat Karsinogenik adalah zat yang menyebabkan timbulnya tumor, yaitu pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal. Ini mungkin tidak berbahaya, tetapi dapat juga bersifat sangat ganas. Tumor yang tidak berbahaya ditunjukkan dengan pertumbuhannya yang lambat, sedangkan tumor yang ganas sering juga disebut dengan kanker. Dia dapat tumbuh dengan cepat atau lambat dan umumnya pertumbuhannya adalah irreversible (tak membalik). Kanker menyerang dan menghancurkan jaringan sekelilingnya.
Apakah yang menyebabkan kanker? Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan bahwa, 80-90% faktor genetik (keturunan) atau juga virus. Sedang yang termasuk dalam faktor lingkungan 10% (radiasi matahari, radioaktif dan faktor lingkungan) yang lebih dari 10-15% disebabkan karena polusi lingkungan.
Di masyarakat sekarang ini, terdapat kekhawatiran tentang beberapa zat kimia yang diduga dapat menyebabkan kanker. Sekitar 30 jenis senyawa kimia telah diketahui menyebabkan kanker pada manusia, sekitar 300 jenis senyawa kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang, dan perlu dicatat bahwa senyawa-senyawa tersebut sering digunakan sehari-hari.
Meski biasanya zat yang dari alam lebih aman, namun tidak semua karsinogen adalah senyawa sintetis, banyak juga yang berasal dari alam, tetapi dapat menjadi penyebab kanker juga. Misalnva safrole dalam sassafran dan aflatoksin adalah zat yang diproduksi oleh kapang (sejenis mikroba) dalam makanan, mereka merupakan zat-zat alami, tetapi karsinogenik.
Kebanyakan yang lebih dikenal sebagai karsinogen adalah polisiklik aromatis hidrocarbon dan yang paling dikenal adalah 3,4 benzenpyrene. Hidrokarbon karsinogenik terbentuk karena pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan organik. Ini banyak ditemukan dalam rokok, asap mobil, kopi dsb. Sehingga bahan-bahan makanan ini hampir dapat dipastikan merupakan penyebab kanker. Namun begitu tidak semua polosiklik aromatis  hidrokarbon Buadalah karsinogen, tergantung dari bentuk dan ukuran molekulnya.
Kelas senyawa lain yang penting sebagai karsinogen adalah amina-amina aromatis, 2 diantaranya yang terpenting yaitu B-naphtylamine dan benzidine. Senyawa-senyawa ini antara lain sering digunakan dalam industri zat warna. Zat-zat ini menyebabkan kanker yang parah di antara para pekerja yang sering kontak dan menghirupnya dalam waktu yang lama.
Kebanyakan zat warna dari jenis amino azo diketahui merupakan karsinogen, tetapi ternyata zat-zat warna ini masih sangat sering digunakan oleh masyarakat kita untuk zat pewarna makanan dan juga keperluan sehari-hari yang lain. Padahal zat warna ini lebih tepat digunakan sebagai zat warna tekstil.
Kelompok lain di luar senyawa aromatis adalah zat kimia alifatis, antara lain dimeril nitosamin, vinil klorida (digunakan dalam pipa pralon PVC, poly vinil chlorida), dan etyl karbamat. Ada juga yang dari heterosiklik yaitu yang mengandung oksigen dan nitrogen, misalnya epoksida dan turunannya dari ethilenimene, dan yang lain adalah ester yang disebut lactones.
Bagaimana zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan kanker belum dapat diketahui dengan pasti, karena mekanisme dan aksinya sangat bervariasi, bergantung kepada struktur kimianya. Beberapa zat kimia memodifikasi DNA, sehingga mengacaukan replikasi sel, atau juga sintesis proteinnya. Sebagai contoh aflatoksin-B akan mengikat residu-residu guanin dalam DNA sehingga akan terjadi kekacauan dalam mekanisme kerja DNA. Namun sekali lagi, bagaimana langkah ini dapat menyebabkan kanker masih belum diketahui dengan pasti.
MENDETEKSI KARSINOGEN
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita dapat mengetahui suatu zat kimia adalah Karsinogen bagi manusia. Hal ini penting karena, sampai sekarang ini masih terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan sesuatu zat itu karsinogen atau tidak.
Perbedaan pendapat ini dapat dimaklumi karena untuk membuktikan hal tersebut, tentu sangat sulit, karena kita tidak dapat mencobakan langsung pada manusia. Siapa yang bersedia menjadi 'manusia percobaan’, dan kalau pun ada yang bersedia ini merupakan pelanggaran kode etik dalam penelitian. Namun bukan berarti bahwa tidak ada cara pendekatannya. Cara yang sudah lazim dikenal untuk mendeteksi senyawa karsinogenik ada tiga, yaitu:
1. Tes Binatang (Animal Test)
Zat kimia yang diduga penyebab kanker dicobakan pada binatang. Tes dapat dilakukan dengan menggunakan dosis rendah pada jutaan tikus, dan karenanya biayanya sangat mahal. Sehingga biasanya tes menggunakan dosis yang lebih besar, dan dilakukan hanya pada 30 tikus atau lebih, dan sejumlah yang sama dari tikus sebagai grup kontrol/pembanding.
Kedua kelompok ini mendapat diet dan lingkungan yang sama, tetapi hanya pada kelompok yang diuji mendapat tambahan dosis zat kimia yang diuji. Dengan adanya hewan kontrol, maka dapat diambil kesimpulan dengan membandingkan kedua kelompok perlakuan tersebut. Bila kejadian kanker pada hewan eksperimen jauh lebih besar daripada hewan kontrol, maka dapat disimpulkan bahwa senyawa yang diuji adalah karsinogen.
Meskipun begitu hasil ini tidak dapat memastikan bahayanya bagi manusia, karena dosisnya tidak dapat dibandingkan langsung dengan manusia. Namun sebagaimana berbedanya metabolisme antara manusia dan binatang atau sebaliknya, ada hubungan yang baik antara tes binatang dengan hasil pada manusia.
2. Dengan Mempelajari Populasi Epidemiologis.
Cara yang paling baik untuk pembuktian bahwa suatu substansi menyebabkan kanker pada manusia dapat diperoleh dari mempelajari epidemi biologisnya. Suatu populasi yang mempunyai rata-rata penderita kanker di atas normal, dipelajari faktor-faktor yang sama dari populasi tersebut sebagai latar belakangnya. Ini adalah salah satu cara mempelajari yang mudah, untuk mencari penyebab dari suatu wabah pada suatu populasi.
Dengan cara ini pula, dapat dibuktikan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, vinil klorida menyebabkan kanker hati, dan juga asbes menyebabkan pada saluran pernafasan. Studi ini memerlukan penguasaan analisa matematis yang terampil. Namun sering dengan cara ini tidak ditemukan faktor yang tepat dari penyebab kanker itu sendiri, karena banyaknya kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat mempengaruhi ketepatan dalam penentuan.
3. Dengan Mempelajari Mutagenesis Pada Bakteri
Cara ini dikembangkan oleh Bruce N Ames dari Berkley, tes ini menggunakan varian dari bakteri Salmonella thiphimurium untuk menguji mutasinva (perubahan dalam gen). Percobaan ini sederhana dan relatif tidak mahal. Namun ketepatannya kurang, bila dibandingkan dengan cara di atas.
Dari beberapa zat kimia yang menimbulkan mutagen (perubahan dalam gen), ternyata karsinogen. Tetapi perlu dicatat bahwa 90% dari zat yang Carsinogen akan menimbulkan mutagenesis.
Dan yang penting lagi adalah, zat kimia itu sendiri mungkin tidak karsinogenik, tetapi setelah metabolisme bisa saja menjadi karsinogen, maka untuk mengatasi hal ini digunakan tes menggunakan tiruan metabolisme dari urin dan feses.
Untuk kasus-kasus tertentu cara Ames ini dapat digunakan sebagai pendahuluan, dan bila diperlukan dilanjutkan dengan tes hewan dan studi epidemiologis.
Jelaslah sekarang bahwa ketakutan terhadap semua zat-zat kimia menjadi penyebab kanker tidaklah beralasan namun untuk zat-zat yang telah terbukti dapat menimbulkan kanker yang mungkin bukan hanya pada diri kita, tapi juga pada keturunan kita, perlu kita hindari. (MK/AT).

Kabar Gembira Bagi Pengidap Kanker

Keajaiban Baru Pengobatan Kanker
Mingguan MIMBAR KARYA, Minggu I Juli 1996

Ini cerita terbaru dan menggembirakan bagi pengidap penyakit kanker. Biasanya orang yang kena kanker, harapan untuk penyembuhannya sangat tipis, karena kanker termasuk jenis penyakit ganas yang tak mengenal ampun kepada penderitanya.
Enam tahun lalu, Melvin A. Francis dinyatakan dokter menderita kanker kerongkongan. Ini adalah kanker yang diderita 12 ribu rakyat. Amerika setiap tahun. Penyakit tersebut telah membuat 95 persen penderitanya mati dan lima persen kehilangan suara.
Tak heran jika direktur perusahaan manufaktur ini mencari dokter terbaik, Dr. Bergein E Overholt, untuk mengobati penyakitnya. Tetapi, apa daya? Menurut Bergein, satu-satunya jalan hanyalah membuang sebagian kerongkongan dengan operasi. Dengan begitu kankernya dijamin sembuh. Namun, Melvin bakal tak pernah makan secara normal lagi.
Untungnya, Bergein memberi alternatif lain. Metode penyembuhan alternatif yang masih dalam percobaan. Namanya photo-dynamic therapy (PDT). Jadilah Melvin kelinci percobaan pertama.
Mula-mula, Bergein menyuntik Melvin dengan fotofrin, yaitu obat fotosensitif yang akan terakumulasi dalam sel-sel kanker. Tiga hari kemudian, dokter membuang tumor itu menggunakan sinar laser merah bertenaga rendah selama 30 menit. Hasilnya, sel kanker hilang, jaringan sekitar kanker tidak ikut terbakar.
Yang mengejutkan, sore bari setelah operasi, Melvin diperbolehkan pulang. Kini Melvin dinyatakan babas kanker. "Bahkan, saya tak berpantang makan apa pun. Termasuk lombok," ujamya seperti ditulis Business Week.
Keajaiban ini tak hanya milik Melvin. Tetapi juga dialami penderita uji coba dari Jepang, Eropa dan Amerika. Pakar kanker pun menganggap PDT sebagai terapi kanker masa depan. Bahkan, Desember kemarin, FDA (POMnya Amerika) menyetujui penggunaan fotofrin dalam pengobatan kanker kerongkongan tingkat lanjut.
Sedangkan Depkes Jepang, April lalu, mengesahkan penggunaan fotofrin sebagai terapi awal kanker paru-paru, kerongkongan, perut, dan mulut rahim. Tindakan kedua negara ini kemudian diikuti Perancis, Kanada dan Belanda.
Sebetulnya, PDT lebih dari terapi kanker. Karena obat foto sensitif ini mampu berakumulasi di sel-sel yang pertumbuhannya ekstra cepat, bukan hanya di sel kanker. Para peneliti menduga, PDT dapat juga digunakan mulai pada psoriosis hingga penyakit degeneratif pada mata.
Meski kehebatannya sudah terbukti nyata, PDT masih diragukan banyak pihak. Memang PDT menunjukkan banyak keunggulan misalnya memperpendek waktu perawatan di RS. Kalau penderita kanker paru biasa butuh 5 - 10 hari dirawat di RS setelah operasi, dengan PDT cukup sehari.
PDT nyaris tanpa efek samping kecuali membuat penderita lebih peka terhadap sinar matahari. Namun ini dapat diatasi dengan menyuruh mereka menghindari matahari empat sampai enam minggu. Tidak seperti pengobatan kanker dengan kemoterapi atau radiasi. Kedua terapi ini membuat penderitanya merasa mual, muntah, hingga mengalami gangguan kekebalan badan. Namun, PDT tak mampu membuang kanker sampai ke akarnya. Terutama yang sudah bermetastase ke seluruh tubuh. Apalagi, fotofrin memiliki keterbatasan, tak mampu menyebar ke bagian tubuh yang dalam.
Kemampuan PDT diakui hanya untuk terapi kanker pada tahap awal. Kecuali pada kanker kerongkongan. Namun, menurut Dr. Charles J. Lightdale, direktur klinik gastroenterologi di Pusat pengobatan Presbyterian Columbia, PDT dapat menghilangkan kanker kerongkongan untuk sementara waktu, sebelum kambuh kembali. "Setidaknya membuat penderita kanker senang di saat tertentu," ujarnya ringan.
Sedangkan di klinik kanker Jepang, PDT mampu membuang kanker paru stadium awal hingga 90 persen. Meski hanya 80 persen untuk kanker kerongkongan, perut, dan mulut rahim.
Sementara itu, pengobatan PDT memberikan hasil yang berbeda di klinik kanker Mayo, Jacksonville. Sekitar 43 persen penderita kanker paru pada stadium awal, berpeluang babas kanker selama 5 tahun seteiah diobati dengan PDT.
Selain kanker kerongkongan, paru, perut, dan mulut rahim, PDT diharapkan dapat mengobati kanker mulut, lambung, kerongkongan, lidah. Juga kanker kulit, prostat, dan otak.
Bahkan kini, para ahli berusaha menggunakan PDT untuk mengobatan penyakit mata yang dikenal dengan AMD (age related macular degeneration).
Perlu diketahui AMD menyebabkan kebutaan pada manula di atas umur 60 tahun. Lebih dari 100 ribu manusia AS terkena penyakit ini dan hanya 20 persen yang bisa diselamatkan dari kebutaan. (Mdk).

Taburkan Jamur Sayang

Mingguan MIMBAR KARYA, Minggu V Juni 1996

Seorang biolog dari Purwokerto menemukan jamur untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Jamur L. gigantium ini aman buat manusia, bisa disebarkan seperti ragi.
Siasat perang menghancurkan pesawat tempur musuh selagi mereka belum terbang bisa dipakai untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Caranya, bukan dengan menyemprotnya selagi tidur malam hari, karena nyamuk jenis ini beroperasi siang bolong. Tapi membinasakan nyamuk itu selagi belum mampu terbang.
Cara ini pula yang dipakai Prof Rubijanto Misman dari Universitas Jenderal Soedirman., Purwokerto, Jawa Tengah. Ihwal pembasmian nyamuk demam berdarah itu diungkapkannya dalam pidato ilmiah untuk mengukuhkannya sebagai guru besar universitas tempatnya bekerja akhir bulan lalu. Pada kesempatan itu, Rubijanto menawarkan cara baru untuk memerangi demam berdarah dengan teknik biologis.
Rubijanto menjagokan jamur Lagenidium gigantium alias L. gitantium sebagai lawan nyamuk demam berdarah Aedes aegypti. Jamur ini, dalam penelitian Rubijanto, mampu menyergap nyamuk penyebar virus demam berdarah itu langsung di habitat pembiakannya, di tempat-tempat air bersih yang menggenang. "Larva Aedes aegypti ternyata menjadi makanan empuk bagi jamur L. gigantium," ujar dosen Universitas Soedirman itu.
Kesempatan menjajal keampuhan jamur L. gigantium itu diperoleh Rubijanto ketika dia mendapat beasiswa belajar di College of Biological Science, di Ohio State University di Columbus, AS, tahun 1988. Bersama seorang kawan sefakultasnya di Universitas Soedirman, Rubijanto meneliti pola interaksi antara jamur L. gigantium dan nyamuk Aedes aegypti dalam sebuah habitat perairan.
Ternyata, menurut Rubijanto, nyamuk yang berbahaya di darat itu tak berkutik menghadapi serangan jamur mikro yang tak terlihat oleh mata telanjang itu. Anak-anak nyamuk (larva) Aedes, terutama pada stadium 3 dan 4 yang hampir jadi nyamuk, menjadi sasaran kolom jamur itu. Lemak sterol yang banyak terdapat pada larva ini merupakan santapan yang disukai jamur itu. "Dalam tempo 72 jam setelah terkena jamur, tubuh larva itu hancur," kata Rubijanto.
Dalam pembiakannya, sebagaimana laiknya keluarga jamur, gigantium menempuh dua cara: secara seksual membentuk oospora dan secara aseksual membentuk zoospora. "Zoospora itulah yang menjadi sumber infeksi bagi nyamuk Aedes aegypti," kata Rubijanto.
Zoospora jamur ini punya organ yang disebut flagel, yang bentuknya mirip sepasang kaki. Dengan flagel itu, benih jamur itu berenang mencari inang, seperti benalu mencari pohon untuk menumpang hidup. Bila zoospora ini mendapatkan inang larva nyamuk Aedes, dia akan cepat berkembang, membentuk sulur hifa yang kemudian bercabang-cabang menjadi jalinan benang mirip faring yang disebut miselium.
Pada tahap miselium ini jamur siap melakukan proses pembiakan, membentuk zoospora dan oospora. Perkembangan jamur ini sangat cepat, hampir seiring dengan pertumbuhan larva. Dalam penelitiannya di Columbus, Rubijanto menjumpai 178-250 ribu sel zoospora pada larva korban. Bibit jamur L. gigantium itu dibawa Rubijanto ke Purwokerto sebagai oleh-oleh. Penelitian dilanjutkan. Dari dua "varietas" yang dicobanya, dari India dan Amerika, tak semua beradaptasi bagus untuk lingkungan tropic.
Jamur India terbukti lebih kuat. "Dia bisa bertahan di perairan yang tercemar, berkadar garam tinggi, dan dalam segala cuaca," tutor biolog berusia 48 tahun ini.
Jamur ini rupanya tak cuma efektif memerangi nyamuk demam berdarah. Larva nyamuk Anopheles pembawa penyakit malaria dan Culex penebar cacing benang pun disantapnya habis. Di habitat baru Indonesia, kehadiran jamur L. gigantium ini, menurut Rubijanto, tak berbahaya. Selain larva nyamuk, hewan air lainnya seperti ikan, kodok, tak diusiknya. "Jamur ini sangat selektif mencari mangsa," tambah Rubijanto.
Maka, biolog Purwokerto ini mengusulkan agar jamur ini digunakan untuk penanggulangan demam berdarah. Dr. Susamto, ahli virus dari UGM, Yogya, mendukungnya. "Karena tak memberikan efek residu insektisida," ujarnya. Pemakaian bahan kimia yang berulang seperti penaburan serbuk abate seperti yang selama ini dipakai untuk membasmi nyamuk demam berdarah, selain menimbulkan pencemaran, kata Susamto juga mengundang perkara lain. "Akan muncul biotipe baru yang kebal," tambahnya.
Di samping itu, penggunaan jamur itu relatif permanen. Sebab, bila populasi nyamuk menyusut, jamur ini menjalani masa dormasi. Zoospora membuat dinding di sekeliling tubuhnya, untuk perlindungan, dan mereka tak melakukan aktivitas metabolisms. Masa dormasi itu dapat bertahun-tahun. Selama masa paceklik, sel-sel dorman itu tetap tinggal di perairan, dan baru aktif lagi bila datang larva nyamuk.
Untuk penyebaran yang lebih luas, Rubijanto telah pula menemukan caranya. Zoospora yang dorman itu diisolasi sebagai bibit, mirip ragi untuk oncom atau tempe. Bila sewaktu-waktu diperlukan, "ragi" itu bisa dibiakkan dalam larutan yang berisi kuning telur. Beberapa saat di larutan itu,
bibit dorman akan aktif kembali, sampai populasinya 30 ribu sel per cc. Sesudah itu, tinggal disebar di kolom-kolom atau di tempat air tergenang. Kalau jamur ini diprodusi massal, mungkin akan muncul iklan : "Taburkan jamur, Sayang." (TP)